Robot Mikro Berbasis Cahaya Mampu Kendalikan Bakteri
- 29 Agt 2026 15:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Peneliti mengembangkan robot mikro berukuran kurang dari satu mikrometer yang digerakkan cahaya untuk memanipulasi bakteri.
Robot tersebut mampu mencari, menangkap, memindahkan, dan melepaskan bakteri pada lokasi tertentu secara terarah.
Dilansir dari ScienceDaily, penelitian dilakukan tim Julius-Maximilians-Universität Würzburg, Jerman. Ukuran robot sekitar 50 kali lebih kecil dibandingkan diameter rambut manusia.
Robot mikro memanfaatkan cahaya sebagai sumber energi sekaligus pengendali pergerakan. Teknologi ini menggunakan nanoantena plasmonik yang berinteraksi dengan cahaya untuk menghasilkan gaya dorong.
Peneliti juga mengembangkan sistem kendali melalui pengaturan polarisasi cahaya. Sistem tersebut memungkinkan robot mengubah arah hingga 90 derajat dengan cepat.
Kemampuan itu membuat robot dapat bergerak lebih teratur di dalam sampel cairan. Teknologi tersebut juga memungkinkan perangkat menjangkau dan memanipulasi objek berukuran mikroskopis.
Peneliti utama eksperimen, Jin Qin, mengatakan robot dikembangkan hingga mencapai ukuran yang memungkinkan perangkat beroperasi di dunia mikroorganisme.
“Teknologi ini seperti perangkat pembersih berukuran mikroskopis yang dapat mencari dan mengumpulkan bakteri,” kata Jin Qin.
Profesor Bert Hecht yang memimpin penelitian menyebut cahaya tidak hanya dapat digunakan untuk mengamati dunia mikroskopis. Cahaya juga dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan dan mengubah kondisi pada skala tersebut.
Menurutnya, konsep robot pembersih berukuran sangat kecil mulai dapat diwujudkan melalui prinsip fisika yang telah dibuktikan dalam penelitian.
Dalam pengujian laboratorium, robot mampu menangkap dan membawa sejumlah bakteri sebelum melepaskannya di lokasi yang telah ditentukan.
Teknologi tersebut berpotensi mendukung penelitian mikrobiologi, biomedis, serta manipulasi sel dan material biologis secara lebih presisi.
Meski demikian, pengembangan nanorobot tersebut masih berada pada tahap penelitian laboratorium. Penerapan lebih luas masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan kemampuan dan keamanan teknologinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....