Ingin Terjun ke Politik, Gen Z Diingatkan Jaga Jejak Digital
- 27 Agt 2026 10:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Generasi Z yang ingin terjun ke dunia politik diingatkan untuk mulai menjaga etika dan jejak digital sejak dini. Aktivitas di ruang digital dinilai dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang turut mencerminkan kapasitas seseorang ketika nantinya terlibat dalam dunia politik.
Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Mulawarman, Hashfi Rafdi, dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Samarinda mengatakan etika dalam menggunakan media sosial perlu menjadi perhatian bagi Gen Z, terutama bagi mereka yang memiliki rencana untuk terjun ke dunia politik.
“Karena sekarang ini adalah eranya digitalisasi, tentunya mungkin ini kita balik ke pembahasan di awal tadi, dalam beretika berkomentar ataupun memberikan kritisi itu penting menjaga kritisi,” ujarnya, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurut Hashfi, cara Gen Z menyampaikan kritik di ruang digital dapat menjadi bagian dari rekam jejak mereka di masa mendatang.
“Karena ini juga track record itu tercermin dari bagaimana suatu generasi itu untuk memberikan sebuah kritikan,” katanya.
Ia menilai, Gen Z yang ingin terjun ke politik tidak hanya perlu memikirkan bagaimana memperoleh dukungan, tetapi juga harus memperhatikan cara berkomunikasi dan menyampaikan pandangan di ruang publik.
“Ketika Gen Z ingin berpolitik, maka etika itu harus dijaga dari sekarang,” ujarnya.
Hashfi mengatakan, perkembangan teknologi digital membuat aktivitas seseorang di ruang publik semakin mudah terekam dan dapat dilihat kembali. Karena itu, sikap dalam menyampaikan pendapat perlu diperhatikan sejak sebelum seseorang benar-benar masuk ke dunia politik.
“Jadi, bukan hanya sekadar mencari suara ataupun segala macamnya, tapi yang paling penting adalah bagaimana para Gen Z yang di mana kita tentunya ketika nanti generasi di atas kita sudah pensiun, siapa lagi kalau bukan kita?” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Mulawarman, M. Aviv Adhitya Putra Pratama, dalam kesempatan yang sama menilai Gen Z memiliki peluang untuk mengambil peran dalam politik karena memiliki basis masyarakat yang besar.
“Ketika Gen Z ingin terjun ke politik, itu adalah sebuah hal yang harus. Karena Gen Z punya peran penting, punya basis massa juga yang banyak,” katanya.
Ia mendorong Gen Z yang ingin masuk ke dunia politik memiliki niat untuk memperjuangkan dan mengawal kepentingan masyarakat.
“Peluang ini harus dimanfaatkan oleh Gen Z yang memang ingin benar-benar memiliki niat tulus untuk terjun ke politik. Tanpa kepentingan apa pun, niatkan dengan lurus untuk menjembatani kepentingan-kepentingannya bisa diajudikasi atau dikawal dengan baik,” ujarnya.
Aviv menambahkan, keterlibatan Gen Z dalam politik juga menjadi bagian dari proses regenerasi. Menurutnya, kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah dapat mendukung penerapan collaborative governance secara lebih optimal.
“Ketika Gen Z ini sama-sama berkolaborasi dengan baik dengan pemerintah, maka kita bisa kategorisasikan bahwasanya collaborative governance ini bisa berjalan dengan optimal,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....