Gerhana Bulan 28 Agustus 2026 Mencapai Fase Hampir Total, Berikut Jadwal Puncaknya

  • 24 Agt 2026 09:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Fenomena astronomi menarik akan menghiasi langit pada 28 Agustus 2026. Gerhana Bulan sebagian akan terjadi ketika Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini tergolong istimewa karena sekitar 96,3 persen permukaan Bulan akan berada di dalam umbra saat mencapai puncak gerhana.

Mengutip laman NASA Scientific Visualization Studio, meski kerap disebut sebagai gerhana Bulan hampir total, secara astronomis fenomena tersebut tetap dikategorikan sebagai gerhana Bulan sebagian. NASA menjelaskan, pada saat maksimum, sebagian kecil piringan Bulan masih berada di luar umbra Bumi sehingga tidak seluruh permukaan Bulan tertutup bayangan.

Menurut data NASA dan perhitungan astronomi, fase penumbra gerhana dimulai sekitar 01.23 UTC, dilanjutkan dengan fase gerhana sebagian pada 02.33 UTC. Gerhana kemudian mencapai puncaknya pada sekitar 04.13 UTC, sebelum fase sebagian berakhir sekitar 05.52 UTC, seperti dilansir dari Time and Date.

Jika dikonversi ke waktu Indonesia, puncak gerhana secara global berlangsung sekitar 11.13 WIB, 12.13 WITA, dan 13.13 WIT pada 28 Agustus 2026. Namun, waktu tersebut merupakan waktu astronomis puncak global dan tidak berarti fenomenanya dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

Justru, Indonesia bukan wilayah yang beruntung untuk menyaksikan fase utama gerhana ini. Saat gerhana berlangsung, sebagian besar wilayah Indonesia berada di sisi Bumi yang mengalami siang hari. Data visibilitas menunjukkan wilayah Asia, termasuk Indonesia, tidak dapat melihat fase gerhana sebagian karena Bulan berada di bawah horizon.

Fenomena utama akan lebih mudah diamati dari wilayah Amerika, sebagian Eropa, Afrika, serta kawasan tertentu di sekitar Samudra Pasifik. NASA menyebut fase gerhana yang paling dalam dapat diamati dari Amerika, kecuali Alaska dan Kanada bagian barat laut, serta Eropa Barat dan Afrika Barat.

Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan. Pada gerhana sebagian, hanya sebagian piringan Bulan yang memasuki umbra. Pada 28 Agustus 2026, bagian Bulan yang masuk ke umbra sangat besar, yakni sekitar 96,3 persen, sehingga penampakannya akan mendekati gerhana total.

Menariknya, bagian Bulan yang berada di dalam umbra berpotensi terlihat berwarna kemerahan atau tembaga. Warna tersebut muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dibelokkan menuju permukaan Bulan. Efek inilah yang membuat gerhana Bulan sering dikaitkan dengan istilah populer “Blood Moon”, meskipun istilah tersebut bukan klasifikasi astronomis resmi.

Jadwal Gerhana Bulan 28 Agustus 2026

  • Awal gerhana penumbra: 01.23 UTC
  • Awal gerhana sebagian: 02.33 UTC
  • Puncak gerhana: 04.12–04.13 UTC
  • Akhir gerhana sebagian: 05.52 UTC
  • Akhir gerhana penumbra: 07.02–07.03 UTC

Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung sekitar 5 jam 38 menit, sedangkan fase gerhana sebagian berlangsung sekitar 3 jam 18 menit. Data astronomi juga mencatat magnitudo umbra sekitar 0,932, yang menunjukkan betapa dekatnya fenomena tersebut dengan kategori gerhana total.

Bagi masyarakat Indonesia, fenomena ini tetap menarik untuk diikuti melalui siaran langsung, dokumentasi astronomi, atau informasi dari lembaga astronomi. Sementara itu, pengamatan langsung dari Indonesia tidak memungkinkan untuk fase utama gerhana 28 Agustus 2026 karena posisi Bulan berada di bawah horizon ketika peristiwa tersebut berlangsung.

NASA menempatkan gerhana 28 Agustus 2026 sebagai deep partial lunar eclipse, atau gerhana Bulan sebagian yang sangat dalam. Dengan hampir seluruh piringan Bulan masuk ke dalam umbra Bumi, fenomena ini menjadi salah satu peristiwa langit yang patut dicatat sepanjang 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....