Tingkatkan Capaian SAKIP, Pemkab Paser Kembangkan Sistem Berbasis AI

  • 24 Agt 2026 00:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Ditengah era digitalisasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser saat ini tengaj mengembangkan sistem informasi terpadu berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui program Akselerasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Terintegrasi atau disingkan Aksi Sakti Paser.

Sistem ini dirancang sebagai pusat pengelolaan, analisis, dan pemantauan data pemerintahan daerah secara real-time.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, Pamardi Bayuaji mengungkapkan, bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi masalah inkonsistensi data kinerja dan fragmentasi sistem yang selama ini menghambat capaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

"Aplikasi ini bukan hanya sekadar upload data, tetapi dengan adanya AI tentunya ini bisa menjadi asisten bagi para operator dalam meningkatkan kualitas [kinerja]," ucap Bayuaji menjelaskan.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Program tersebut ditargetkan menghasilkan dua output utama, yakni Peraturan Bupati terkait sistem manajemen kinerja daerah terintegrasi, serta aplikasi "Sakip Taka" berbasis AI.

Langkah akselerasi ini berlatar belakang pada evaluasi nilai SAKIP Kabupaten Paser yang stagnan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023 dengan nilai 60,16 (Predikat B), pada 2024 dsngan nilai 61,38 (Predikat B), dan pada 2025 dengan nolai 61,96 (Predikat B). Capaian tahun 2025 tersebut masih memiliki selisih atau disparitas sebesar 13,62 dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menetapkan angka 75 atau Predikat A.

Menurutnya, tidak cocoknya sistem selama ini membuat proses dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan tidak terhubung secara otomatis. Akibatnya, pimpinan daerah sulit melakukan evaluasi dini terhadap keterlambatan target maupun potensi pemborosan anggaran.

Sehingga, diyakininya platform ini diproyeksikan menjadi "rumah besar" yang dapat menyatukan berbagai sektor data, mulai dari kemiskinan, stunting, kesehatan, hingga kepegawaian.

Melalui aplikasi ini, Bupati, Wakil Bupati Paser hingga Sekretaris Daerah dapat memantau langsung progres pembangunan di setiap OPD termasuk data kegiatan, capaian fisik, hingga dokumentasi foto.

Sebab, sistem ini juga dilengkapi fitur instruksi digital. Jika ada program yang tersendat, kepala daerah dapat langsung memberikan perintah yang terintegrasi melalui notifikasi ke kepala OPD terkait.

"Sistem informasi ini itu rumah besarnya. Semua bekerja di dalam satu rumah ini," ujar Bayuaji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....