Tak Lagi Andalkan Genset, Unmul Dukung Warga Muara Pantuan Gunakan Energi Surya
- 20 Agt 2026 19:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara – Warga pesisir Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada genset untuk mendapatkan penerangan pada malam hari. Mereka mulai memanfaatkan Solar Home System (SHS) sebagai sumber listrik untuk menerangi rumah.
Teknologi berbasis energi matahari tersebut dipasang di lebih dari 30 rumah warga melalui program pengabdian kepada masyarakat Universitas Mulawarman (Unmul) bersama Karang Taruna Cemerlang Desa Muara Pantuan pada Rabu, 19 Agustus 2026 hingga Kamis, 20 Agustus 2026.
Ketua tim pengabdian Unmul, Dadan Hamdani, mengatakan SHS menjadi salah satu alternatif tepat bagi warga yang selama ini mengandalkan genset berbahan bakar fosil. Pasalnya, jam operasional genset di desa tersebut juga terbatas sekitar tiga hingga lima jam per hari.
"Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis kelistrikan, tetapi juga memengaruhi aktivitas sosial, pendidikan anak, dan akses informasi masyarakat pesisir, terutama saat malam hari," ujar Dadan, dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id, Kamis.
Selain lebih efektif dibandingkan genset, menurutnya, penerapan teknologi SHS sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek energi bersih dan terjangkau serta penanganan perubahan iklim.
Dadan menjelaskan, setiap unit SHS yang dipasang terdiri dari panel surya, baterai untuk menyimpan energi, dan lampu LED hemat energi. Panel akan menangkap energi matahari pada siang hari yang kemudian disimpan dalam baterai untuk digunakan sebagai penerangan saat malam hari.
Tak bekerja sendiri, Tim Unmul melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat juga menggandeng Karang Taruna Cemerlang Desa Muara Pantuan. Organisasi ini terlibat aktif mulai dari survei rumah tangga, diskusi kelompok untuk memetakan kebutuhan energi warga, partisipasi dalam sosialisasi dan pelatihan literasi energi, hingga mendampingi proses pemasangan SHS di rumah-rumah warga.
Ketua Karang Taruna Cemerlang Desa Muara Pantuan, Muhammad Idris, mengatakan dirinya sangat mengapresiasi pemanfaatan SHS sebagai alternatif penerangan di kampungnya. Ia menilai, program ini menjawab kebutuhan mendasar masyarakat pesisir yang selama ini kesulitan mengakses listrik yang stabil.
"Kita bisa mengakses listrik sekaligus memperkuat peran pemuda desa untuk mendorong kemandirian energi di lingkungannya. Semoga kerja sama dengan Universitas Mulawarman dapat terus berlanjut sehingga manfaat SHS dapat dirasakan oleh lebih banyak rumah tangga di desa," ucap Idris.
Selain pemasangan SHS, program ini juga meliputi pemberian edukasi serta pelatihan literasi energi kepada 30 warga. Pelatihan ini dilakukan agar masyarakat Desa Muara Pantuan memahami dasar penggunaan SHS.
"Sekarang listrik di rumah bisa menyala lebih lama, anak-anak juga bisa belajar di malam hari tanpa khawatir listrik padam," kata salah seorang warga penerima manfaat.
Di samping itu, Universitas Mulawarman bersama Karang Taruna Cemerlang dan perangkat desa juga memetakan kebutuhan listrik di rumah-rumah warga. Hasil pemetaan itu kemudian disusun menjadi dokumen perencanaan energi berbasis komunitas.
Dokumen itu pun diharapkan bisa membantu pemerintah desa melihat kebutuhan listrik warganya, sekaligus menjadi pijakan untuk mengembangkan energi terbarukan di Muara Pantuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....