Mentan Amran Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja
- 14 Agt 2026 19:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Semarang – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi generasi mandiri yang berani membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Dikutip dari laman pertanian.go.id, Rabu 12 Agustus 2026, pesan tersebut disampaikan Amran saat menjadi pembicara dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Undip Tahun Akademik 2026/2027 di Semarang. Dalam dialog bersama ribuan mahasiswa baru, ia mengajak generasi muda memanfaatkan masa kuliah untuk membangun karakter, mengasah kepemimpinan, dan mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Menurut Amran, Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani mengambil risiko serta mampu membaca peluang di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Ia menyebut bisnis berbasis teknologi digital sebagai salah satu bidang yang memiliki prospek jangka panjang.
“Kalau saya kembali menjadi mahasiswa hari ini, saya akan memilih usaha yang berbasis teknologi digital. Ke depan, industri kendaraan listrik, motor listrik, dan berbagai teknologi turunannya akan menguasai dunia,” ujar Amran.
Amran menilai perkembangan teknologi telah membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda. Karena itu, mahasiswa didorong mempersiapkan diri sejak dini agar tidak hanya menunggu kesempatan kerja, tetapi mampu menjadi pelaku usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Selain kewirausahaan, Amran menekankan pentingnya integritas dalam membangun masa depan. Menurutnya, kecerdasan tanpa kejujuran dapat berujung pada penyalahgunaan kewenangan yang merugikan masyarakat. “Kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan bangsa ini. Karena itu jangan pernah bermain-main dengan amanah. Integritas adalah dasar seorang pemimpin,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan berbagai langkah pembenahan di sektor pertanian, termasuk penindakan terhadap penyimpangan, penyederhanaan regulasi distribusi pupuk, penurunan harga pupuk, serta pemberantasan praktik mafia pupuk dan pangan. Ia menilai pembenahan tersebut penting untuk menciptakan ekosistem pertanian yang semakin menarik bagi generasi muda.
Amran juga merespons aspirasi mahasiswa terkait kebutuhan petani, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian hingga dukungan sarana produksi. Ia menegaskan pemerintah terus mendorong modernisasi, peningkatan produktivitas, dan keberpihakan kepada petani. “Bangun kemampuan sejak sekarang, manfaatkan teknologi, berani berusaha, dan jangan takut gagal. Gagal adalah kunci kesuksesan. Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang mampu menciptakan inovasi dan membuka lapangan pekerjaan. Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....