BRIN Hadirkan PlungDAT Pantau Pencemaran Sungai Secara Real-Time Akurat

  • 03 Agt 2026 07:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pemantauan kualitas air sungai melalui PlungDAT, pelampung cerdas yang mampu mendeteksi perubahan kondisi air secara real-time. Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan metode pemantauan konvensional yang hanya dilakukan pada satu titik, sehingga sering menyulitkan penelusuran sumber pencemaran sungai.

Dikutip dari laman BRIN.go.id, PlungDAT dirancang sebagai "laboratorium berjalan" yang dapat menyusuri aliran sungai dari hulu hingga hilir, baik secara otomatis maupun dikendalikan dari jarak jauh. Perangkat berukuran sekitar 30 sentimeter ini dilengkapi sensor kualitas air, sistem GPS, serta modul komunikasi nirkabel yang memungkinkan hasil pengukuran dikirim langsung ke komputer atau gawai pengelola lingkungan.

Koordinator Penelitian sekaligus Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Fotonika BRIN, Bambang Widiyatmoko, mengatakan teknologi tersebut dikembangkan karena metode pemantauan yang selama ini digunakan belum mampu menggambarkan kondisi sungai secara menyeluruh. Menurutnya, kualitas air dapat berubah hanya dalam jarak beberapa ratus meter sehingga diperlukan sistem yang mampu memetakan kondisi sungai secara dinamis.

"Selama ini, pemantauan kualitas air umumnya dilakukan secara stasioner sehingga informasi yang diperoleh sangat terbatas. Padahal, kondisi sungai dapat berubah hanya dalam beberapa ratus meter. Kami ingin menghadirkan sistem yang mampu memetakan perubahan kualitas air secara menyeluruh sehingga sumber pencemaran dapat diidentifikasi dengan lebih cepat," ujar Bambang dalam keterangan tertulis kepada Tim Humas BRIN dikutip pada Senin 3 Agustus 2026.

PlungDAT dibekali berbagai sensor untuk mengukur parameter penting, seperti tingkat keasaman (pH), kekeruhan, dissolved oxygen (DO), dan salinitas. Seluruh data pengukuran dipadukan dengan informasi lokasi melalui GPS, sehingga perubahan kualitas air dapat diketahui secara akurat beserta titik koordinatnya. Teknologi ini juga mampu beroperasi hingga 10 jam tanpa henti dan memiliki biaya produksi sekitar 50 persen lebih murah dibandingkan perangkat serupa dari luar negeri.

Selain itu, perangkat lunak PlungDAT dirancang menampilkan berbagai informasi penting dalam satu layar, mulai dari koordinat lokasi, kecepatan pergerakan pelampung, hingga status kemiringan alat. Sistem juga tetap menyimpan seluruh data secara lokal apabila koneksi WiFi terputus, sehingga hasil pengukuran tidak hilang dan dapat diunduh kembali setelah jaringan tersambung.

Saat ini, PlungDAT telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TRL) 7, yang menandakan teknologi tersebut siap diuji di lingkungan operasional seperti sungai, waduk, danau, maupun kawasan pesisir. BRIN berharap inovasi ini segera memasuki tahap produksi massal agar dapat mendukung pengendalian pencemaran, memperkuat pengelolaan sumber daya air, serta menjadi dasar penyusunan kebijakan lingkungan yang lebih tepat sasaran di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....