Konten Vertikal Masih Jadi Primadona, Kreator Perlu Tahu Alasannya

  • 30 Jul 2026 10:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Konten video berformat vertikal masih mendominasi berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, hingga Facebook Reels. Format ini dinilai lebih nyaman dikonsumsi melalui smartphone karena pengguna tidak perlu memutar perangkat saat menonton.

Popularitas video vertikal juga memengaruhi cara kreator membuat konten. Kini, banyak kreator maupun pelaku usaha memilih merekam video dalam format vertikal agar lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna media sosial yang sebagian besar mengakses internet melalui perangkat seluler.

Dilansir dari laporan Think with Google pada 2025, mayoritas waktu konsumsi video digital kini berasal dari perangkat mobile. Oleh karena itu, konten yang dirancang khusus untuk tampilan vertikal cenderung memberikan pengalaman menonton yang lebih nyaman dan mampu mempertahankan perhatian pengguna lebih lama.

Video vertikal mampu memenuhi hampir seluruh layar smartphone sehingga penonton dapat lebih fokus pada isi konten tanpa gangguan. Hal ini membuat format vertikal dinilai lebih efektif untuk menyampaikan pesan dalam waktu singkat, terutama pada konten berdurasi pendek.

Selain memberikan pengalaman visual yang lebih baik, format vertikal juga mendukung pola konsumsi konten yang cepat. Pengguna cukup menggeser layar ke atas untuk berpindah ke video berikutnya, sehingga kreator perlu mampu menarik perhatian penonton dalam beberapa detik pertama.

Bagi kreator konten, penggunaan resolusi yang sesuai, pencahayaan yang baik, serta komposisi objek di bagian tengah layar menjadi faktor penting agar video tetap nyaman ditonton pada berbagai platform. Penambahan teks atau subtitle juga dapat membantu meningkatkan keterlibatan penonton, terutama ketika video diputar tanpa suara.

Meski demikian, pemilihan format tetap perlu disesuaikan dengan jenis konten yang dibuat. Video vertikal lebih cocok untuk media sosial berbasis smartphone, sedangkan format horizontal masih menjadi pilihan utama untuk produksi film, webinar, dokumenter, atau konten yang ditujukan untuk layar televisi dan komputer.

Dengan memahami kebiasaan audiens dan karakteristik setiap platform, kreator dapat memilih format video yang tepat sehingga pesan yang disampaikan lebih efektif dan peluang menjangkau lebih banyak penonton semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....