Kamera Berbasis AI Mampu Lacak Partikel Tak Terlihat dalam 3D
- 28 Jul 2026 08:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Zurich – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang fisika partikel kembali menghadirkan terobosan baru. Para peneliti dari ETH Zurich mengembangkan sistem kamera berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu melacak partikel tak terlihat secara tiga dimensi dengan tingkat detail yang tinggi.
Dilansir dari ScienceDaily, teknologi tersebut dikembangkan melalui proyek bernama PLATON. Sistem ini menggabungkan kamera light-field, sensor foton beresolusi tinggi, serta algoritma AI untuk merekonstruksi lintasan partikel yang bergerak di dalam material khusus penghasil cahaya.
Berbeda dengan detektor partikel konvensional yang memerlukan jutaan komponen sensor kecil, PLATON menggunakan satu blok material scintillator yang mampu menghasilkan cahaya ketika dilintasi partikel. Cahaya tersebut kemudian direkam dan dianalisis untuk menentukan jalur pergerakan partikel secara akurat.
Teknologi kamera light-field menjadi kunci utama dalam sistem ini. Tidak hanya merekam intensitas cahaya, kamera juga menangkap arah datangnya cahaya sehingga memungkinkan rekonstruksi objek dan lintasan partikel dalam bentuk tiga dimensi. AI kemudian mengolah data tersebut untuk menghasilkan gambaran yang lebih rinci dan cepat.
Hasil simulasi menunjukkan sistem PLATON berpotensi menyamai bahkan melampaui kemampuan detektor partikel modern yang digunakan saat ini. Selain menawarkan akurasi tinggi, teknologi tersebut dinilai lebih mudah diperluas untuk kebutuhan eksperimen fisika berskala besar.
Para peneliti menilai inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi penelitian fisika partikel. Teknologi serupa juga berpotensi diterapkan pada bidang medis, khususnya dalam pengembangan pemindaian Positron Emission Tomography (PET) yang digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit, termasuk kanker.
Kemajuan ini menunjukkan bagaimana perpaduan antara teknologi pencitraan modern dan kecerdasan buatan dapat membuka peluang baru dalam dunia sains. Pengembangan sistem deteksi yang lebih sederhana, cepat, dan akurat diharapkan mampu mendukung penelitian fisika maupun layanan kesehatan di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....