Menjual Smartphone Bekas tanpa Meninggalkan Data Pribadi
- 28 Jul 2026 09:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Menjual smartphone bekas menjadi pilihan banyak orang ketika ingin mengganti perangkat baru. Namun, sebelum perangkat berpindah tangan, pengguna perlu memastikan seluruh data pribadi telah dihapus dengan benar. Jika tidak dilakukan secara menyeluruh, foto, dokumen, informasi perbankan, hingga akun media sosial berisiko diakses oleh pihak lain.
Data yang masih tersimpan di smartphone bekas dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindakan yang merugikan, seperti pencurian identitas, penyalahgunaan akun digital, hingga penipuan. Oleh karena itu, proses penghapusan data perlu dilakukan dengan hati-hati sebelum perangkat dijual.
Dilansir dari panduan keamanan perangkat seluler yang diterbitkan oleh National Cyber Security Centre pada Januari 2024, pengguna disarankan melakukan beberapa langkah keamanan sebelum menjual atau memberikan perangkat kepada orang lain agar informasi pribadi tidak ikut berpindah bersama perangkat tersebut.
Langkah pertama adalah mencadangkan (backup) seluruh data penting, seperti foto, video, kontak, dan dokumen ke layanan penyimpanan cloud atau media penyimpanan lain. Setelah memastikan data telah tersimpan dengan aman, pengguna dapat melanjutkan proses penghapusan data pada perangkat.
Langkah kedua, keluar (sign out) dari seluruh akun yang masih terhubung, seperti akun Google, Apple ID, email, media sosial, dan aplikasi perbankan. Tindakan ini membantu mencegah akun tetap tertaut pada perangkat yang akan dijual.
Selanjutnya, nonaktifkan fitur keamanan seperti Find My Device atau Find My iPhone sebelum melakukan factory reset. Setelah itu, lakukan pengembalian ke pengaturan pabrik (factory reset) melalui menu pengaturan agar seluruh data pengguna terhapus dari perangkat.
Pengguna juga disarankan melepas kartu SIM dan kartu memori (microSD) sebelum menyerahkan smartphone kepada pembeli. Jangan lupa memastikan proses factory reset telah selesai dan perangkat kembali ke tampilan awal seperti saat pertama kali digunakan.
Apabila smartphone pernah digunakan untuk mengakses layanan keuangan atau aplikasi penting, sebaiknya ubah kata sandi akun dan periksa daftar perangkat yang masih terhubung sebagai langkah antisipasi apabila ada sesi login yang belum terputus.
Dengan melakukan pencadangan data, keluar dari seluruh akun, menghapus data melalui factory reset, serta memastikan tidak ada informasi pribadi yang tertinggal, masyarakat dapat menjual smartphone bekas dengan lebih aman dan mengurangi risiko penyalahgunaan data.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....