Kaca Transparan Penemu Penyakit: BRIN Ciptakan Elektroda Sensor Pintar Masa Depan

  • 27 Jul 2026 07:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Perkembangan teknologi di Indonesia kini memasuki babak baru lewat pemanfaatan material inovatif yang digabungkan dengan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Peneliti dari Pusat Riset Elektronika Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRE BRIN), sukses mengembangkan miniatur elektroda sensor elektrokimia berbasis Indium Tin Oxide (ITO) di atas lapisan substrat kaca. Inovasi ini digadang-gadang menjadi fondasi utama lahirnya generasi baru alat deteksi medis dan pemantauan lingkungan yang jauh lebih praktis serta presisi.

Dilangsir dari BRIN.go.id, Inovasi tersebut dipaparkan dalam gelaran Sharing Ilmiah Sains dan Teknologi Elektronika serta Manfaatnya (SISTEM) Volume 3 Tahun 2026 yang berlangsung di Bandung, dikutip Senin 27 Juli 2026. Forum ilmiah ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi antara peneliti, akademisi, dan dunia industri dalam mempercepat hilirisasi riset elektronika nasional.

Peneliti Ahli Madya PRE BRIN, Gandi Sugandi, menjelaskan kunci keunggulan sensor ini terletak pada pemilihan material ITO. Menurutnya, material tersebut memiliki sifat unik yang jarang ditemukan pada bahan konvensional, yaitu perpaduan antara konduktivitas listrik yang tinggi sekaligus transparansi optik yang baik.

Kombinasi karakteristik tersebut memungkinkan pengembangan sensor multi-modal yang menggabungkan fungsi elektrokimia dan optik dalam satu platform. Hal ini mendukung berbagai metode pengukuran modern, seperti spektroelektrokimia, fotoelektrokimia, dan elektrokemiluminesensi.

Dalam proses perancangan, fabrikasi, hingga karakterisasi di laboratorium, tim peneliti memanfaatkan metode Cyclic Voltammetry (CV) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Hasil pengujian membuktikan bahwa miniatur elektroda ITO hasil riset ini memiliki resistansi rendah, transfer elektron yang efisien, serta stabilitas yang tinggi dibandingkan sejumlah elektroda komersial di pasaran.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa miniatur elektroda ITO memiliki karakteristik kelistrikan yang sangat baik dan siap digunakan sebagai platform sensor multi-modal terintegrasi untuk pengembangan sensor generasi berikutnya," ucap Gandi.

Lebih lanjut, integrasi sensor elektrokimia dengan AI akan membuka peluang baru bagi pengembangan sistem smart sensing yang mampu melakukan deteksi secara otomatis, cepat, dan presisi pada berbagai bidang, termasuk layanan kesehatan, pemantauan lingkungan, otomasi industri, hingga sistem keamanan.

Dukungan terhadap pemanfaatan AI juga disampaikan oleh Kepala Program Studi Teknik Elektro Universitas Garut, Helfy Susilawati. Ia menegaskan, peran AI dalam era digital saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi utamanya sebagai alat komputasi.

"AI tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai teknologi komputasi, tetapi telah menjadi komponen penting dalam pengembangan berbagai solusi inovatif yang mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan produktivitas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala PRE BRIN, Yusuf Nur Wijayanto, menegaskan forum ilmiah seperti SISTEM menjadi wadah penting untuk mempercepat pengembangan teknologi elektronika yang mampu menjawab tantangan masa depan melalui kolaborasi lintas disiplin.

Melalui sinergi antara teknologi sensor dan kecerdasan artifisial ini, PRE BRIN berharap kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri dapat terjalin semakin kuat. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital sekaligus menghadirkan teknologi cerdas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....