Relawan Literasi Dorong Budaya Membaca hingga ke Pelosok Samarinda
- 24 Jul 2026 15:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Budaya literasi di Kota Samarinda terus menunjukkan perkembangan yang positif melalui kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA). Kehadiran para relawan diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan literasi hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
Anggota Relawan Literasi Masyarakat Kota Samarinda, Andi Faisal, mengatakan pembentukan RELIMA merupakan inisiatif Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk menumbuhkan kembali budaya literasi di tengah masyarakat. Menurutnya, para relawan berperan sebagai mitra dinas perpustakaan dalam menggerakkan kegiatan literasi di setiap daerah.
Pria yang akrab disapa Faisal ini menilai, kondisi literasi di Kota Samarinda sudah cukup baik. "Dari awal kami melihat bahwa literasi yang ada di Kota Samarinda ini sudah sangat bagus. Jumlah kunjungan Perpustakaan Kota Samarinda yang hampir 300 orang per hari mengindikasikan bahwa kecintaan masyarakat Samarinda terhadap membaca sudah sangat baik," ujarnya.
Meski demikian, Faisal menegaskan gerakan literasi tidak boleh hanya berpusat di wilayah perkotaan. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran dan pelosok juga harus memperoleh akses yang sama terhadap bahan bacaan dan kegiatan literasi.
Ia menjelaskan, salah satu tugas relawan adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggulir media sosial menjadi kebiasaan membaca bacaan yang berkualitas. Faisal mengungkapkan, tantangan tersebut tidak mudah karena setiap orang memiliki karakter dan tingkat penerimaan yang berbeda terhadap edukasi.
“Anak-anak menghabiskan rata-rata sekitar 5,4 jam setiap hari menggunakan telepon genggam. Oleh karena itu, RELIMA berupaya mengarahkan masyarakat agar lebih banyak membaca sumber informasi yang telah terverifikasi, seperti buku, jurnal ilmiah, dan karya sains, “katanya kepada RRI.
Faisal mengaku ketertarikannya terhadap dunia literasi berawal dari latar belakang pendidikannya serta keterlibatannya dalam berbagai program literasi sejak tahun 2021. Melalui dukungan Pemerintah Kota Samarinda, ia membangun perpustakaan digital dan taman baca masyarakat di Kelurahan Karang Asam Ulu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Pada tahun 2026, ia mengikuti seleksi RELIMA tingkat nasional dan berhasil terpilih mewakili Kota Samarinda. Faisal menyebut keberhasilannya tidak lepas dari dukungan Dinas Perpustakaan Kota Samarinda yang membimbing pengembangan taman baca masyarakat yang dikelolanya.
Ditambahkannya, terdapat tiga tugas utama RELIMA, yaitu menggerakkan budaya literasi, melakukan advokasi kebijakan yang mendukung pengembangan literasi, serta mengawasi pemanfaatan bantuan dari Perpustakaan Nasional. Melalui kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, ia berharap budaya membaca dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar di seluruh wilayah Kota Samarinda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....