Tekan Angka Perundungan, SMPN 14 Balikpapan Hadirkan Aplikasi 'Perang'
- 22 Jul 2026 17:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – SMP Negeri 14 Balikpapan berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan (bullying). Sebagai langkah nyata, pihak sekolah meluncurkan aplikasi berbasis situs web bernama "Perang" yang merupakan singkatan dari Platform Mencegah Aksi Perundungan. Inovasi yang berjalan sejak tahun 2024 ini bertujuan untuk memfasilitasi siswa melaporkan tindakan perundungan secara daring tanpa rasa takut.
Kepala SMPN 14 Balikpapan, Eny Fitriyati, menjelaskan aplikasi ini hadir sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Balikpapan dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Melalui aplikasi ini, identitas pelapor dijamin kerahasiaannya agar korban maupun saksi tidak merasa terancam oleh pelaku.
"Selama ini aksi perundungan kerap tidak terdeteksi karena siswa takut atau malu untuk melapor langsung ke ruang Bimbingan Konseling (BK). Mereka khawatir diketahui oleh siswa lain dan dianggap sebagai pengadu," ujar Eny.
Mekanisme pelaporan melalui aplikasi "Perang" dinilai sangat praktis. Siswa hanya perlu memindai kode batang (barcode) yang dipasang di area-area strategis sekolah. Di dalam sistem tersebut, pelapor wajib mengisi nama pelapor, nama terlapor, kronologi kejadian, serta menyertakan bukti pendukung berupa foto atau video untuk memastikan validitas laporan.
Demi kenyamanan psikologis, siswa juga diberikan kebebasan untuk memilih guru, wali kelas, atau guru BK yang mereka percayai untuk menangani masalah tersebut. Laporan yang masuk akan dikelola oleh seorang admin khusus yang bertugas mengunduh dan meneruskan data secara rahasia kepada guru yang dipilih oleh siswa.
Selain mengandalkan teknologi, SMPN 14 Balikpapan juga membentuk Tim Roots yang terdiri dari 30 siswa agen perubahan dengan bimbingan guru fasilitator. Tim ini bertugas melakukan sosialisasi berkala mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari perundungan fisik, verbal (seperti sindiran atau ejekan), hingga perundungan siber (cyberbullying) di media sosial.
Guru Fasilitator Agen Perubahan Roots, Andi Nur Cahya, mengungkapkan aplikasi ini terbukti efektif menekan angka perundungan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data evaluasi, pada tahun pertama peluncuran tercatat ada 100 laporan yang masuk. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 50 persen pada tahun kedua, dan kembali menurun hingga menyisakan 20 persen pada tahun ketiga.
"Penurunan jumlah laporan ini mengindikasikan kasus perundungan di sekolah semakin berkurang karena para pelaku merasa diawasi dan berpikir ulang sebelum melakukan aksi perundungan," kata Andi.
Dampak positif aplikasi ini juga dirasakan langsung oleh para siswa. Salsabila Kumala, salah satu anggota agen Roots, menyampaikan platform ini memberikan keberanian bagi korban untuk bersuara. Menurutnya, perundungan membawa dampak buruk yang sangat nyata bagi siswa, seperti penurunan rasa percaya diri, depresi, hingga penurunan prestasi akademik.
Aplikasi ini pun mendapat apresiasi dari salah satu orangtua murid korban bullying di SMP Negeri 14 Balikpapan yang tidak ingin disebutkan namanya, ia berharap aplikasi ini bisa terus membantu para korban bullying di sekolah. "Saya wali murid sangat mendukung dengan adanya aplikasi ini karena membantu siswa-siswi untuk memberikan laporan dan informasi mengenai adanya bullying dengan adanya data siswa yang menjadi korban, terjamin kerahasiaannya sehingga tidak menjadi ancaman bagi siswa tersebut di masa depan," ucapnya.
Pihak sekolah berharap, keberadaan aplikasi "Perang" dan optimalisasi Tim Roots dapat sepenuhnya menghapus praktik perundungan, sehingga seluruh siswa dapat belajar dengan tenang, aman, dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....