Menkomdigi Dorong Ruang Digital Aman Demi Lindungi Anak Indonesia Tumbuh
- 23 Jul 2026 07:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi usia akses ke platform berisiko tinggi. Pemerintah juga mendorong transformasi platform digital agar menjadi ruang yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya saat memberikan keynote speech dalam Peringatan Bersama Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 bertema "Tunas Indonesia Cakap Digital" di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa 21 Juli 2026.
Menurut Meutya, kecakapan digital harus dimaknai lebih luas daripada sekadar kemampuan menggunakan teknologi. Anak-anak juga perlu mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas di dunia digital dan kehidupan nyata bersama keluarga, teman, serta lingkungan sosialnya.
"Kita ingin anak-anak kita cakap digital, namun cakap digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tapi juga mampu menyeimbangkan kehidupan di dunia maya dengan kehidupan nyata, bersama orang tua, teman, dan lingkungan sebayanya. Ini penting agar anak-anak tetap tumbuh sesuai jati diri mereka sebagai anak," ujar Meutya Hafid.
Dilansir dari Komdigi.go.id, Rabu 22 Juli 2026. Meutya menjelaskan perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, terutama dalam mendukung pendidikan dan aktivitas sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat berbagai risiko yang perlu diantisipasi, seperti gangguan pola tidur, kecanduan media sosial, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.
Ia menilai perubahan perilaku anak sering kali dipengaruhi oleh lingkungan digital yang belum aman, bukan semata-mata karena karakter anak itu sendiri. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap anak di ruang digital menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, penyedia platform, dan masyarakat.
"Anak-anak kita adalah tunas bangsa yang hebat, bukan anak nakal. Tapi jika terus-menerus terpapar konten negatif sebelum waktunya, tentu akan memengaruhi perilaku mereka," kata Meutya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem digital yang aman, inklusif, dan ramah anak. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga tumbuh sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....