Komdigi Tetapkan Pemenang Seleksi Frekuensi, Perkuat Internet Nasional

  • 23 Jul 2026 07:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan setelah seluruh tahapan seleksi dan masa sanggah dinyatakan selesai.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital, Rabu 22 Juli 2026, seleksi frekuensi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi digital nasional melalui peningkatan kapasitas jaringan seluler di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan tambahan spektrum frekuensi tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan internet yang lebih cepat, stabil, dan terjangkau.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, didampingi Sekretaris Jenderal Ismail, Inspektur Jenderal Arief Tri Hardiyanto, serta Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Cahyaning Nuratih Widowati, menyampaikan bahwa proses seleksi berlangsung secara transparan dan ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput," ujar Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat.

Pengelolaan spektrum melalui seleksi ini diproyeksikan memberikan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp6 triliun pada tahap awal dan mencapai Rp29,9 triliun dalam kurun waktu sepuluh tahun.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa manfaat utama dari kebijakan tersebut adalah meningkatnya kualitas layanan telekomunikasi. Dengan kapasitas jaringan yang lebih besar, cakupan layanan diharapkan semakin luas dan tarif layanan data menjadi lebih kompetitif.

Selain itu, para pemenang seleksi diwajibkan menghadirkan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang hingga kini belum terjangkau atau masih memiliki kualitas sinyal yang lemah. Wilayah tersebut tersebar mulai dari Sumatera hingga Papua.

Pemerintah berharap perluasan jaringan ini dapat membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, serta berbagai peluang ekonomi digital yang selama ini masih terbatas akibat minimnya konektivitas internet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....