Wamen Nezar: Kolaborasi Industri Kreatif Perkuat Implementasi PP TUNAS
- 14 Jul 2026 11:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menilai kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara sistem elektronik (PSE), dan industri kreatif dapat menjadi model efektif dalam menyosialisasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Cinema XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Sabtu 11 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, Netflix menghadirkan pemutaran film karya sineas Indonesia serta berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan keluarga, anak-anak, dan pelaku industri kreatif.
Dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Digital, Selasa 14 Juli 2026, Nezar mengatakan pendekatan kreatif seperti festival keluarga mampu menyampaikan pesan pelindungan anak dengan cara yang lebih mudah diterima masyarakat.
"Pesan tentang pelindungan anak tidak hanya disampaikan melalui regulasi, tetapi juga melalui pengalaman yang menyenangkan yang melibatkan keluarga, kreator, dan industri secara bersamaan," ujarnya.
Menurut Nezar, kegiatan serupa layak menjadi contoh bagi penyelenggara sistem elektronik lainnya. Ia menegaskan pemerintah terus mendorong setiap PSE tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga berkontribusi membangun budaya digital yang sehat melalui inovasi dan kolaborasi.
Selain itu, Nezar menyampaikan bahwa implementasi PP TUNAS hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Berbagai platform digital telah menghadirkan sejumlah fitur pelindungan anak, seperti akun khusus anak, kontrol orang tua (parental control), serta mekanisme pembatasan akses berdasarkan kelompok usia.
"Kami berterima kasih kepada seluruh platform yang bersikap kolaboratif. Saat ini berbagai platform media sosial maupun layanan digital sudah menyediakan fitur-fitur khusus untuk anak dan mulai memperkuat pembatasan akses berdasarkan usia," katanya.
Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap implementasi PP TUNAS. Evaluasi tersebut bertujuan memastikan seluruh platform digital mematuhi ketentuan yang berlaku sekaligus meningkatkan kualitas pelindungan anak di ruang digital.
"Kami berharap evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat terus meningkatkan kinerja setiap platform sehingga pelindungan anak di ruang digital semakin efektif," ujar Nezar.
Ia menambahkan, keberhasilan implementasi PP TUNAS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, pelindungan anak di ruang digital membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyelenggara sistem elektronik, industri kreatif, hingga masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....