Mengenal Modus Silent Call, Jebakan Senyap Penipu untuk Bobol Rekening
- 08 Jul 2026 07:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya fenomena silent call atau panggilan hening dari nomor tidak dikenal yang diduga menjadi salah satu modus awal kejahatan siber. Panggilan tersebut biasanya hanya berlangsung beberapa detik tanpa suara, kemudian terputus sebelum sempat direspons.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama pakar keamanan siber mengingatkan bahwa silent call bukan sekadar panggilan iseng. Modus ini diduga digunakan pelaku untuk memverifikasi nomor telepon yang masih aktif sekaligus memancing korban agar melakukan panggilan balik.
Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, mengimbau masyarakat agar tidak merespons panggilan misterius tersebut. Menurutnya, langkah paling aman adalah mengabaikan panggilan, tidak menelepon kembali, serta segera memblokir nomor yang mencurigakan.
"Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir, dan abaikan. Jika memang ada keperluan penting, biasanya penelepon akan meninggalkan pesan atau menghubungi kembali melalui cara yang resmi," ujarnya.
Heru menjelaskan, secara teknis silent call merupakan bagian dari teknik social engineering atau rekayasa sosial. Pelaku memanfaatkan rasa penasaran korban untuk memastikan nomor yang dihubungi aktif sebelum melancarkan aksi penipuan lanjutan.
Setelah nomor dipastikan aktif, korban berpotensi menjadi sasaran berbagai modus kejahatan digital, seperti pengiriman tautan phishing, pencurian data pribadi, hingga upaya pengambilalihan akun. Dalam beberapa kasus, panggilan balik juga dapat diarahkan ke nomor premium internasional yang mengakibatkan pulsa terkuras atau tagihan telepon membengkak.
Risiko yang lebih besar muncul ketika pelaku berhasil memperoleh informasi pribadi dan kode OTP perbankan. Data tersebut dapat digunakan untuk mengakses layanan mobile banking sehingga membuka peluang terjadinya pembobolan rekening korban.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan memanfaatkan aplikasi pendeteksi nomor spam, mengaktifkan fitur pemblokiran panggilan dari nomor tidak dikenal, serta tidak mudah memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya.
Selain meningkatkan literasi digital masyarakat, Heru juga berharap operator telekomunikasi memperkuat sistem penyaringan terhadap pola panggilan massal yang mencurigakan. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan penyedia layanan telekomunikasi, ruang digital di Indonesia diharapkan semakin aman dari berbagai bentuk kejahatan siber.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....