Sony Hentikan Produksi Game PlayStation dalam Bentuk Cakram Mulai 2028

  • 03 Jul 2026 20:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Sony Interactive Entertainment resmi mengumumkan akan menghentikan produksi dan distribusi game PlayStation baru dalam bentuk cakram (disc) mulai Januari 2028. Kebijakan tersebut menandai pergeseran besar perusahaan menuju distribusi game digital sepenuhnya.

Pengumuman Sony disampaikan beberapa hari setelah Rockstar Games menyatakan bahwa Grand Theft Auto VI akan dirilis tanpa versi cakram fisik. Langkah itu semakin menguatkan tren industri game yang bergerak menuju distribusi digital.

Melansir Anadolu pada Jumat 3 Juli 2026, kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi industri gim global yang semakin meninggalkan media fisik. Seluruh game PlayStation yang dirilis setelah Januari 2028 hanya akan tersedia dalam format digital melalui PlayStation Store atau kode unduhan yang dijual oleh mitra ritel resmi.

Sony menegaskan keputusan tersebut tidak akan memengaruhi game yang telah dirilis maupun yang dijadwalkan meluncur sebelum batas waktu tersebut. Versi cakram fisik untuk game lama tetap dapat digunakan oleh para pengguna.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya preferensi konsumen terhadap pembelian game digital. Sony mencatat mayoritas penjualan game PlayStation saat ini sudah berasal dari format digital, melampaui penjualan media fisik.

Peralihan tersebut juga mencerminkan perubahan besar dalam industri hiburan global. Distribusi digital kini menjadi standar utama dan secara bertahap menggantikan media fisik yang telah digunakan selama beberapa dekade, mulai dari CD, DVD, hingga Blu-ray.

Meski demikian, keputusan tersebut diperkirakan akan memicu perdebatan di kalangan gamer. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain kepemilikan game digital, pelestarian arsip gim, serta hilangnya pasar game fisik bekas yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem industri.

Sejumlah pengamat industri menilai langkah Sony dapat mempercepat transisi menuju ekosistem digital secara penuh. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga dinilai akan meningkatkan ketergantungan pengguna terhadap layanan daring dan koneksi internet.

Dengan kebijakan ini, Sony menjadi salah satu perusahaan besar di industri konsol yang secara tegas menetapkan jadwal penghentian total produksi game fisik. Keputusan tersebut sekaligus menandai babak baru dalam sejarah distribusi game PlayStation.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....