Tujuh Tanda Gawai Pintar Kamu Mungkin Sedang Diretas

  • 30 Jun 2026 19:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Smartphone kini menyimpan berbagai informasi penting, mulai dari data pribadi, akun media sosial, hingga layanan perbankan digital. Karena itu, perangkat ini menjadi salah satu target utama pelaku kejahatan siber yang ingin mencuri data pengguna.

Peretasan pada smartphone tidak selalu mudah dikenali. Namun, terdapat beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi bahwa perangkat telah terinfeksi malware atau diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Dilansir dari panduan keamanan perangkat seluler yang diterbitkan oleh National Cyber Security Centre pada Januari 2024, pengguna perlu mewaspadai perubahan perilaku perangkat yang tidak biasa karena dapat menjadi indikasi adanya gangguan keamanan.

Tanda pertama adalah baterai yang tiba-tiba lebih cepat habis meskipun pola penggunaan tidak berubah. Hal ini dapat terjadi apabila terdapat aplikasi atau proses mencurigakan yang berjalan di latar belakang tanpa sepengetahuan pengguna.

Tanda kedua adalah penggunaan data internet yang meningkat secara tidak wajar. Malware dapat mengirimkan data dari perangkat korban ke server pelaku sehingga mengonsumsi kuota internet lebih banyak dari biasanya.

Tanda ketiga, smartphone sering terasa panas atau bekerja lebih lambat tanpa alasan yang jelas. Aktivitas malware yang berjalan terus-menerus dapat membebani prosesor dan memengaruhi performa perangkat.

Tanda keempat adalah munculnya aplikasi yang tidak pernah diinstal oleh pengguna atau adanya perubahan pada pengaturan perangkat tanpa dilakukan secara sengaja. Kondisi ini perlu segera diperiksa karena dapat menjadi indikasi adanya akses tidak sah.

Tanda kelima adalah sering muncul iklan pop-up yang tidak biasa, bahkan saat tidak membuka browser. Iklan berlebihan dapat menjadi tanda perangkat telah terinfeksi adware atau malware.

Tanda keenam adalah adanya aktivitas mencurigakan pada akun, seperti menerima notifikasi login dari lokasi yang tidak dikenal atau pesan yang terkirim tanpa sepengetahuan pengguna.

Tanda ketujuh adalah munculnya permintaan izin akses yang tidak relevan dari aplikasi, misalnya aplikasi senter yang meminta akses ke kontak, kamera, atau pesan singkat. Pengguna sebaiknya meninjau kembali izin aplikasi dan mencabut akses yang tidak diperlukan.

Jika menemukan satu atau beberapa tanda tersebut, segera lakukan pemindaian menggunakan aplikasi keamanan terpercaya, perbarui sistem operasi, ganti kata sandi akun penting, dan aktifkan verifikasi dua langkah untuk meningkatkan perlindungan data.

Dengan mengenali tanda-tanda awal peretasan, masyarakat dapat mengambil langkah penanganan lebih cepat sehingga risiko pencurian data maupun penyalahgunaan akun dapat diminimalkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....