Deepfake Makin Canggih! Begini Cara Mengenali Video dan Suara AI Palsu
- 30 Jun 2026 19:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) memungkinkan pembuatan video dan suara yang tampak sangat mirip dengan orang asli. Teknologi yang dikenal sebagai deepfake ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kreatif, namun juga berpotensi disalahgunakan untuk penipuan, penyebaran hoaks, hingga pencurian identitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas deepfake semakin meningkat sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam memercayai konten yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
Dilansir dari panduan keamanan digital yang diterbitkan oleh National Cyber Security Centre pada Januari 2024, teknologi AI generatif memungkinkan pelaku kejahatan siber membuat video, gambar, dan suara palsu yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.
Salah satu cara mengenali video deepfake adalah dengan memperhatikan gerakan bibir, ekspresi wajah, dan kedipan mata. Pada beberapa kasus, gerakan tersebut terlihat tidak sinkron dengan suara atau tampak kurang alami, meskipun kualitas teknologinya terus berkembang.
Pengguna juga perlu memperhatikan kualitas suara. Suara hasil AI terkadang memiliki intonasi yang terlalu datar, ritme berbicara yang tidak konsisten, atau jeda percakapan yang terdengar tidak alami dibandingkan suara asli seseorang.
Selain itu, jangan langsung memercayai video yang menampilkan tokoh publik, pejabat, atau anggota keluarga sedang meminta uang, membagikan informasi sensitif, atau mengajak melakukan tindakan tertentu. Lakukan verifikasi melalui sumber resmi atau hubungi orang yang bersangkutan melalui saluran komunikasi lain.
Masyarakat juga disarankan memeriksa apakah video tersebut diberitakan oleh media terpercaya atau hanya beredar melalui akun media sosial yang tidak jelas asal-usulnya. Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban hoaks maupun penipuan berbasis AI.
Apabila menerima video atau rekaman suara yang mencurigakan, hindari langsung membagikannya kepada orang lain sebelum kebenarannya dipastikan. Penyebaran konten yang belum terverifikasi dapat memperluas dampak misinformasi.
Dengan meningkatkan literasi digital dan selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, masyarakat dapat lebih siap menghadapi penyalahgunaan teknologi deepfake yang semakin canggih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....