Modus "Software Gratis" di TikTok, Waspadai Ancaman Malware
- 30 Jun 2026 12:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — TikTok tidak hanya menjadi platform hiburan dan berbagi video pendek, tetapi juga mulai dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan malware. Salah satu modus yang kini marak ditemukan adalah penawaran software premium gratis melalui video tutorial yang tampak meyakinkan.
Dalam video tersebut, pelaku biasanya mengklaim dapat memberikan akses gratis ke aplikasi berbayar, seperti software editing, aplikasi produktivitas, hingga sistem operasi. Pengguna kemudian diarahkan mengikuti langkah-langkah tertentu yang berujung pada pemasangan malware di perangkat mereka.
Dilansir dari hasil penelitian perusahaan keamanan siber Trend Micro pada Mei 2025, penjahat siber memanfaatkan video TikTok untuk menyebarkan malware seperti Vidar dan StealC melalui tautan unduhan maupun perintah yang dijalankan oleh korban.
Alih-alih menginstal software yang dijanjikan, korban justru mengunduh malware yang mampu mencuri berbagai informasi penting, seperti nama pengguna, kata sandi, cookie browser, token sesi login, data dompet aset kripto, hingga dokumen pribadi yang tersimpan di komputer.
Menurut para peneliti, serangan ini mengandalkan teknik rekayasa sosial (social engineering). Pelaku memanfaatkan keinginan pengguna untuk memperoleh software premium secara gratis sehingga korban bersedia mengikuti instruksi yang diberikan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Untuk mengurangi risiko menjadi korban, masyarakat disarankan hanya mengunduh aplikasi melalui situs resmi pengembang atau toko aplikasi terpercaya. Hindari mengikuti tutorial yang meminta menjalankan perintah tertentu atau mengunduh file dari layanan berbagi file yang tidak dikenal.
Pengguna juga dianjurkan memperbarui sistem operasi dan antivirus secara berkala agar perangkat memiliki perlindungan terhadap ancaman malware terbaru. Selain itu, aktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting untuk meminimalkan risiko apabila data login berhasil dicuri.
Dengan lebih berhati-hati terhadap penawaran software gratis di media sosial, masyarakat dapat melindungi perangkat dan data pribadi dari ancaman malware yang semakin berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....