Penipuan AI Mengatasnamakan ChatGPT dan DeepSeek
- 30 Jun 2026 12:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Popularitas layanan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT dan DeepSeek dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan. Mereka membuat situs web, iklan, hingga aplikasi palsu yang menyerupai layanan AI populer untuk mengelabui pengguna.
Modus tersebut umumnya menawarkan akses gratis ke layanan premium, aplikasi AI terbaru, atau fitur eksklusif yang sebenarnya tidak berasal dari penyedia resmi. Korban kemudian diarahkan untuk mengunduh aplikasi atau memasukkan informasi akun pada situs palsu.
Dilansir dari laporan perusahaan keamanan siber Kaspersky pada Maret 2025, meningkatnya popularitas layanan AI dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber melalui kampanye phishing dan penyebaran malware yang mengatasnamakan platform AI terkenal, termasuk ChatGPT dan DeepSeek.
Setelah korban mengunduh aplikasi palsu atau memasukkan data login pada situs tiruan, pelaku dapat mencuri nama pengguna, kata sandi, informasi perbankan, maupun data pribadi lainnya. Dalam beberapa kasus, perangkat korban juga dapat terinfeksi malware yang bekerja secara diam-diam.
Para peneliti menjelaskan bahwa serangan tersebut mengandalkan teknik rekayasa sosial (social engineering) dengan memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap teknologi AI. Tampilan situs dan aplikasi dibuat sangat mirip dengan layanan asli sehingga sulit dibedakan oleh pengguna yang kurang teliti.
Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat disarankan hanya mengakses layanan AI melalui situs resmi penyedia dan mengunduh aplikasi dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store.
Pengguna juga perlu memperhatikan alamat situs (URL) sebelum memasukkan informasi akun. Hindari mengklik tautan dari email, pesan singkat, atau iklan yang menawarkan fitur premium secara cuma-cuma tanpa berasal dari sumber resmi.
Selain itu, aktifkan verifikasi dua langkah (2FA), gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun, serta pastikan antivirus dan sistem operasi selalu diperbarui agar mampu mendeteksi ancaman terbaru.
Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap situs dan aplikasi AI palsu, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara lebih aman sekaligus mengurangi risiko pencurian data maupun infeksi malware.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....