Listrik Padam, Bagaimana Radio Tetap Menjadi Sumber Informasi Publik?

  • 23 Jun 2026 09:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, radio tetap membuktikan diri sebagai salah satu media yang paling andal dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ketika listrik padam, jaringan internet terganggu, atau kondisi darurat membatasi akses komunikasi lainnya, radio justru hadir sebagai sumber informasi yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau. Ketangguhan inilah yang membuat radio tetap relevan dan menjadi andalan masyarakat di berbagai situasi.

Kemampuan radio untuk terus mengudara saat terjadi pemadaman listrik bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Di balik siaran yang tetap terdengar, terdapat sistem pendukung yang telah dipersiapkan secara matang oleh lembaga penyiaran. Berbagai perangkat cadangan kelistrikan disiagakan agar operasional studio, ruang produksi, hingga pemancar tetap berjalan tanpa gangguan, terutama ketika masyarakat sangat membutuhkan informasi.

Salah satu perangkat utama yang digunakan adalah generator set atau genset sebagai sumber listrik cadangan. Ketika pasokan listrik utama terputus, genset akan mengambil alih suplai daya untuk menghidupkan berbagai perangkat penting, mulai dari studio siaran, pemancar, komputer produksi, hingga sistem komunikasi internal. Sebelum genset bekerja secara penuh, perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply) menjaga agar peralatan tetap menyala sehingga proses siaran tidak terputus.

Peran radio menjadi semakin vital saat terjadi bencana alam maupun keadaan darurat lainnya. Dalam situasi tersebut, jaringan internet dan telepon seluler sering kali mengalami gangguan akibat rusaknya infrastruktur. Sebaliknya, radio tetap mampu menjangkau masyarakat secara luas hanya dengan menggunakan perangkat penerima yang sederhana. Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga menempatkan sistem komunikasi dan penyebaran informasi yang andal sebagai bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa radio masih menjadi tulang punggung penyebaran informasi darurat. Radio berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat dalam menyampaikan informasi keselamatan, perkembangan situasi, hingga arahan yang perlu dilakukan warga untuk melindungi diri. Peran tersebut menjadikan radio tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sarana penyelamat dalam kondisi krisis.

Keandalan radio dalam situasi darurat juga ditegaskan oleh National Association of Broadcasters (NAB). Dalam kajiannya, NAB menyebut radio AM merupakan bagian penting dari sistem peringatan darurat atau Emergency Alert System (EAS) karena tetap dapat beroperasi saat terjadi pemadaman listrik maupun gangguan jaringan komunikasi lainnya. Radio juga dinilai mampu menjangkau wilayah yang luas, termasuk daerah terpencil, sehingga menjadi sarana penyebaran informasi yang efektif saat keadaan darurat.

Karena itu, keberadaan sistem cadangan listrik di stasiun radio bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik. Saat listrik padam dan berbagai saluran komunikasi lainnya terganggu, radio tetap menjadi sahabat masyarakat yang menghadirkan informasi terpercaya. Dengan dukungan teknologi yang andal dan sumber daya manusia yang selalu siaga, radio akan terus memainkan peran strategis sebagai penjaga arus informasi di segala situasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....