DKP Kaltim Bentuk Sistem Pelaporan Kematian Ikan akibat Cuaca Ekstrem
- 08 Mei 2026 09:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur membentuk sistem pelaporan digital untuk memantau kematian ikan akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di sejumlah wilayah budidaya perikanan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya ancaman perubahan kualitas air yang berdampak langsung terhadap kesehatan ikan budidaya dan produktivitas pembudidaya di daerah.
Hal ini dikatakan Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irma Listyawati, kepada rri.co.id Jumat 8 Mei 2026.
Menurut Irma, perubahan cuaca yang terjadi beberapa kali dalam setahun sering memicu kematian massal ikan di tambak maupun kolam budidaya masyarakat.
“Dalam satu tahun itu bisa satu sampai tiga kali terjadi perubahan cuaca yang mengakibatkan kematian ikan di lokasi budidaya,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, DKP Kaltim kini mengoperasikan sistem pelaporan berbasis digital melalui aplikasi cakhalakaltimdkp.go.id yang dapat diakses masyarakat maupun penyuluh perikanan di kabupaten dan kota.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melaporkan kejadian kematian ikan dengan melampirkan data lokasi, penyebab dugaan kejadian, hingga dokumentasi foto kondisi di lapangan.
Irma menjelaskan, laporan yang masuk akan ditindaklanjuti petugas kesehatan ikan dan lingkungan yang bertugas melakukan pemeriksaan lapangan, termasuk pengambilan sampel air dan sampel ikan untuk dianalisis lebih lanjut.
“Nanti petugas kami turun mengambil sampel ikan dan kualitas air untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, DKP Kaltim juga melibatkan penyuluh perikanan di daerah agar membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pelaporan digital.
Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan karena perubahan iklim kini menjadi salah satu tantangan serius bagi keberlanjutan sektor budidaya perikanan di Kalimantan Timur.
Selain sistem pelaporan, pemerintah daerah juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan budidaya yang adaptif terhadap perubahan cuaca, termasuk pengawasan kualitas air dan penggunaan bahan budidaya yang aman.
DKP Kaltim menilai sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko kerugian pembudidaya akibat cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.
Irma berharap sistem pelaporan tersebut dapat mempercepat respons pemerintah terhadap persoalan kesehatan ikan sekaligus membantu menjaga keberlanjutan produksi perikanan budidaya di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....