Cetak Prestasi, Disdikbud Balikpapan Raih Penghargaan Google

  • 02 Mei 2026 11:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi kebanggaan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan. Disdikbud Balikpapan menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagai satu-satunya instansi pendidikan di Indonesia yang menerima penghargaan dari Google Indonesia atas inisiatif peningkatan kapasitas guru berbasis teknologi.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Disdikbud melatih lebih dari 2.000 guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui platform Gemini. Pelatihan intensif selama dua hari ini mencakup seluruh guru SD dan SMP di Balikpapan.

“Penghargaan ini merupakan hasil keterlibatan aktif seluruh guru dengan capaian yang sangat baik,” ujar Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik. Sabtu, 2 Mei 2026. Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan peningkatan kompetensi tenaga pendidik, khususnya dalam pemanfaatan AI dan TIK dalam sistem pembelajaran.

Selain itu, Disdikbud Balikpapan juga berkomitmen menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Sekolah (ABS) melalui program Wajib Belajar 13 Tahun. Program ini menekankan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pra-SD, dengan sosialisasi yang telah digencarkan sepanjang 2026 dan target implementasi penuh pada 2027.

“Kami berkomitmen menurunkan angka Anak Tidak Sekolah melalui program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari penguatan PAUD,” kata Irfan. Ia menegaskan, PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemampuan kognitif, serta adaptasi sosial anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Pada kesempatan tersebut, Disdikbud Balikpapan juga meluncurkan tiga agenda strategis. Pertama, peluncuran buku karya Bunda PAUD bertema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang mengangkat kearifan lokal. Kedua, program “Balikpapan Cinta Literasi” melalui sinergi dengan Bunda PAUD dan PKK dalam bentuk video literasi yang akan ditayangkan di ruang publik, hotel, hingga videotron. Ketiga, gerakan “Satu Guru Satu Buku”, di mana sebanyak 100 guru meluncurkan karya tulis hasil pelatihan bersama Media Guru guna meningkatkan literasi guru dan siswa.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menonjolkan aspek inklusivitas dengan melibatkan siswa, termasuk dari Sekolah Luar Biasa (SLB), sebagai petugas upacara, pembaca doa, hingga pembaca UUD 1945.

“Pendidikan harus terus maju untuk mencerdaskan anak-anak Balikpapan, baik secara intelektual maupun spiritual,” ucap Irfan Taufik, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....