Dampak Penggunaan Ponsel Berlebihan pada Tubuh dan Pikiran

  • 29 Apr 2026 07:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Penggunaan ponsel yang terus meningkat di era digital membawa dampak terhadap kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat. Meski memberikan kemudahan dalam berbagai aktivitas, penggunaan yang berlebihan berpotensi memicu gangguan fisik hingga mental.

Sejumlah ahli kesehatan menyebutkan, terlalu lama menatap layar ponsel dapat menyebabkan gangguan mata, seperti kelelahan, mata kering, hingga penurunan fungsi penglihatan. World Health Organization (WHO) mengingatkan pentingnya membatasi waktu penggunaan layar untuk menjaga kesehatan mata dan kualitas hidup.

Selain itu, penggunaan ponsel dengan posisi yang tidak tepat dapat menimbulkan nyeri leher atau text neck, serta gangguan pada punggung dan pergelangan tangan. Kondisi ini kerap terjadi akibat posisi menunduk dalam waktu lama saat menggunakan perangkat.

“Paparan cahaya biru dari layar ponsel dapat mengganggu kualitas tidur, terutama jika digunakan sebelum tidur,” ujar tenaga medis. Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa cahaya biru dapat menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur, sehingga berisiko menyebabkan insomnia.

Tidak hanya berdampak secara fisik, penggunaan ponsel berlebihan juga memengaruhi kesehatan mental. Studi yang dipublikasikan oleh American Psychological Association menyebutkan bahwa penggunaan media sosial secara intens dapat meningkatkan risiko kecemasan, stres, hingga depresi, terutama akibat kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Di sisi lain, ponsel juga berkontribusi terhadap penurunan produktivitas. Notifikasi yang terus muncul serta kebiasaan membuka aplikasi hiburan dapat mengganggu konsentrasi dalam bekerja maupun belajar.

Dampak lainnya terlihat pada hubungan sosial. Meski memudahkan komunikasi jarak jauh, penggunaan berlebihan justru membuat seseorang cenderung mengabaikan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar. Hal ini berpotensi menimbulkan jarak emosional dalam hubungan keluarga dan pertemanan.

Selain itu, risiko keamanan dan privasi juga meningkat seiring intensitas penggunaan ponsel. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga data pribadi guna menghindari penipuan dan kejahatan siber.

Para ahli mengimbau masyarakat untuk menggunakan ponsel secara bijak. Membatasi durasi penggunaan, menghindari pemakaian sebelum tidur, serta meningkatkan interaksi sosial secara langsung menjadi langkah yang disarankan untuk mengurangi dampak negatif tersebut.

Dengan pengelolaan yang tepat, ponsel tetap dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan dan kualitas hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....