Efek Radiasi Handphone pada Anak-Anak

  • 15 Apr 2026 07:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Penggunaan handphone pada anak-anak kian meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Perangkat ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar dan komunikasi dalam aktivitas sehari-hari.

Namun, di balik manfaat tersebut, muncul kekhawatiran terkait dampak penggunaan berlebihan, khususnya paparan radiasi elektromagnetik. Kondisi ini menjadi perhatian karena tubuh anak masih berada dalam tahap tumbuh kembang, sehingga dinilai lebih rentan dibandingkan orang dewasa.

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi risiko tersebut. Salah satunya tertuang dalam jurnal berjudul “Mobile Phones, Radiofrequency Fields, and Health Effects in Children – Epidemiological Studies” yang dipublikasikan melalui PubMed pada 2011. Studi ini menyebutkan bahwa anak-anak memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap paparan gelombang radio karena jaringan tubuh dan sistem saraf mereka masih berkembang.

Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa dampak jangka panjang dari paparan radiasi handphone masih terus diteliti. Hingga kini, belum ada kesimpulan final, sehingga kajian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan pengaruhnya terhadap kesehatan anak secara menyeluruh.

Di luar faktor radiasi, penggunaan handphone yang tidak terkontrol juga berisiko menimbulkan berbagai masalah, seperti gangguan tidur, menurunnya konsentrasi belajar, hingga berkurangnya aktivitas fisik akibat terlalu lama menatap layar.

Karena itu, peran orang tua menjadi kunci dalam mengatur penggunaan perangkat digital pada anak. Pembatasan durasi penggunaan serta pendampingan saat anak mengakses handphone sangat dianjurkan guna mencegah dampak negatif.

Selain itu, anak juga disarankan untuk tidak terlalu sering menempatkan handphone dekat kepala dalam waktu lama dan menggunakan perangkat seperlunya.

Dengan pengawasan yang tepat dan penggunaan yang bijak, teknologi digital tetap dapat memberikan manfaat optimal bagi anak tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....