Atasi Harga Plastik, ITK Balikpapan Ciptakan Bioplastik Kulit Singkong
- 13 Apr 2026 14:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan – Lonjakan harga plastik konvensional yang mencapai 60 persen di Kota Balikpapan menjadi momentum krusial untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan. Menanggapi keresahan pedagang kecil, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan solusi inovatif: bioplastik berbahan dasar limbah kulit singkong dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS).
Penelitian yang dipelopori oleh Nia Sasria, S.Si., M.T., dosen Teknik Material dan Metalurgi ITK, berangkat dari keprihatinan atas melimpahnya limbah organik di Kalimantan Timur yang belum terutilisasi secara maksimal. Inovasi ini selaras dengan dorongan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan untuk mengoptimalkan potensi komoditas lokal sebagai bahan baku kemasan berkelanjutan.
Berbeda dengan plastik berbasis minyak bumi yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, bioplastik polimer alami ini memiliki sifat yang sangat revolusioner, yakni edible atau dapat dikonsumsi.
"Kami telah melakukan pengujian sesuai standar BPOM. Selain mudah terdegradasi secara alami di tanah, material ini aman jika tertelan bersama makanan," ujar Nia Sasria.
Meski saat ini masih menghadapi tantangan pada aspek ketahanan suhu panas, tim peneliti terus melakukan pengembangan. Fokus riset tahun ini diarahkan pada penggunaan.
campuran kitosan serta pektin dari kulit jeruk manis lokal untuk memperkuat struktur material.
Dari sisi ekonomi, pemanfaatan limbah pertanian ini dinilai sangat terjangkau dibandingkan bahan baku plastik konvensional. Produksi massal inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan sampah plastik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi sumber daya lokal.
Inovasi bioplastik ini menjadi bukti nyata bahwa riset akademis di Balikpapan mampu menjawab tantangan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem tanah Borneo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....