Computer Vision Syndrome: Dampak Layar Digital pada Mata
- 10 Apr 2026 09:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penggunaan perangkat digital seperti komputer, laptop, dan ponsel pintar yang semakin intensif dalam kehidupan sehari-hari membawa dampak tersendiri bagi kesehatan, khususnya pada mata. Salah satu gangguan yang kerap dialami adalah Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom penglihatan komputer.
CVS merupakan sekumpulan masalah pada mata dan penglihatan yang terjadi akibat penggunaan perangkat digital dalam jangka waktu lama. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh pekerja kantoran, tetapi juga pelajar hingga masyarakat umum yang terbiasa beraktivitas di depan layar.
Gejala CVS dapat bervariasi pada setiap individu. Melansir dari situs keslan.kemkes.go.id, gejala Computer Vision Syndrome beragam, mulai dari mata lelah, mata kering, penglihatan kabur, hingga sakit kepala dan nyeri pada leher serta bahu. Kondisi ini terjadi karena mata harus bekerja lebih keras saat melihat layar digital, terutama akibat pencahayaan yang kurang tepat, ukuran teks yang kecil, serta jarak pandang yang tidak ideal.
Penyebab utama CVS adalah paparan layar digital secara terus-menerus tanpa jeda yang cukup. Saat menatap layar, frekuensi berkedip cenderung menurun sehingga menyebabkan mata menjadi kering. Selain itu, pencahayaan yang tidak sesuai, kontras layar yang terlalu tinggi, serta jarak pandang yang terlalu dekat juga dapat memperparah kondisi ini.
Untuk mencegah CVS, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah menerapkan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter. Langkah ini terbukti efektif mengurangi ketegangan pada mata.
Selain itu, penting untuk mengatur posisi layar agar sejajar atau sedikit di bawah garis pandang mata. Jarak ideal antara mata dan layar berkisar 50–70 sentimeter. Pengguna juga disarankan untuk menyesuaikan pencahayaan ruangan agar tidak terlalu terang atau gelap, serta menghindari pantulan cahaya langsung pada layar.
Menggunakan tetes mata khusus untuk menjaga kelembapan juga dapat membantu, terutama bagi mereka yang sering mengalami mata kering. Tak kalah penting, menjaga postur tubuh tetap tegak dan ergonomis selama bekerja di depan komputer guna mencegah keluhan pada leher dan bahu.
Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi digital, kesadaran akan kesehatan mata menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Pencegahan sejak dini menjadi kunci utama agar aktivitas tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan penglihatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....