Upaya Revitalisasi Bahasa Daerah di Kaltim Kaltara
- 04 Apr 2026 06:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian bahasa ibu di dua wilayah sekaligus, yakni Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara). Hingga saat ini, tercatat ada 27 bahasa daerah yang telah dipetakan, dengan rincian 16 bahasa di Kalimantan Timur dan 11 bahasa di Kalimantan Utara yang menjadi fokus perhatian.
Hal tersebut disampaikan Yudianti Herawati, Penelaah Teknis Kebijakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dalam siaran Literasi Digital bersama RRI pada Selasa, 10 Maret 2026. Ia mengatakan program revitalisasi dilaksanakan untuk menyelamatkan kepunahan dari bahasa daerah.
"Untuk program revitalisasi ini berlangsung sejak tahun 2021. Nah, Kalimantan Timur itu ketempatan waktu itu tahun 2022 dengan tiga bahasa sasaran, untuk Kalimantan Timurnya itu bahasa Paser, bahasa Melayu Kutai, bahasa Kenyah. Sedangkan Kalimantan Utara belum waktu itu," kata Yudianti.
Pemilihan ketiga bahasa ini didasarkan pada kekuatan penutur jati serta upaya untuk mencari titik bahasa yang masih kental dan asli. Kondisi bahasa daerah di wilayah ini sebelumnya sempat berada pada titik yang mengkhawatirkan.
"Awalnya ketiga bahasa ini hampir mengalami kemunduran status bahasanya atau kondisi bahasanya. Sejak adanya program revitalisasi bahasa daerah ya perlahan bahasa daerah sudah masuk pada ranah komunitas, ranah sekolah seperti itu. Nah, sudah mulai diajarkan di sekolah-sekolah meskipun dalam sifatnya hanya ekstrakurikuler itu. Karena waktu ditelusuri di Kemendikbristek pada masa itu tipe model bahasa kita ini masuk pada kategori C, artinya sudah mengalami kemunduran, sudah mulai terasingkan ya," ujarnya.
Pihak Balai Bahasa menegaskan bahwa upaya yang mereka lakukan hanyalah langkah awal untuk memicu pergerakan yang lebih besar di daerah. Dukungan dari pemangku kebijakan sangat diharapkan agar budaya bahasa daerah di Kalimantan Timur tidak tenggelam begitu saja.
Kini, cakupan revitalisasi telah meluas hingga menyasar enam bahasa daerah. Selain bahasa Kutai, Paser, dan Kenyah, Balai Bahasa kini merangkul bahasa Benuak di Kalimantan Timur, serta bahasa Bulungan dan Tidung di Kalimantan Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....