Menkomdigi Dorong Perempuan Miliki Kesetaraan Akses Teknologi dan Digital
- 11 Feb 2026 09:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Bekasi - Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutannya pada acara AWS Girls' Tech Day di Bekasi, Sabtu, 7 Februari 2026. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan untuk meningkatkan partisipasi perempuan pada bidang sains dan teknologi bukan sekadar isu kesetaraan, namun sebagai kunci pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.
Dilansir dari komdigi.go.id, Indonesia diproyeksikan butuh 12 juta talenta digital di 2030, sekarang ini masih ada kekurangan sebanyak 3 juta talenta.
Meutya menjelaskan tantangan itu dapat teratasi dengan membuka akses yang lebih luas dan adil untuk anak perempuan untuk belajar, tumbuh, dan berkarier di bidang teknologi.
"Indonesia diproyeksikan memerlukan 12 juta talenta digital di 2030. masalahnya bukan hanya soal jumlah, namun soal akses yang setara untuk anak perempuan agar terlibat dan tumbuh di dalamnya," ujar Menkomdigi Meutya Hafid dalam acara AWS Girls' Tech Day di Bekasi.
Menkomdigi melihat fenomena leaky pipeline atau kurangnya jumlah perempuan yang berkarier pada sektor teknologi.
Data menperlihatkan peserta perempuan dalam pelatihan digital mencapai 36 persen.
Namun, hanya sekitar 17 persen yang benar-benar melanjutkan karier profesional di bidang teknologi.
"Di Indonesia, peran teknis mendalam seperti AI dan engineering yang terlibat sekitar 15 hingga 18 persen perempuan. Kita akan memastikan akses digital berkembang menjadi keterampilan dan peluang kerja nyata," ujarnya.
Visi kementerian melalui slogan "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga" merupakan dasar untuk menghadapi masalah ini.
Terhubung artinya membuka akses pengetahuan bagi anak perempuan, Tumbuh artinya mengembangkan talenta, serta Terjaga artinya menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif.
Meutya mengatakan untuk faktor struktural sering kali terhambatnya perempuan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Stereotip gender, merasa kurang aman, hingga kurangnya role model menjadi penyebab utama.
Oleh sebab itu, pemerintah terus menjaga ruang digital agar tetap ramah untuk perempuan dan anak.
Menkomdigi mengapresiasi program AWS Girls’ Tech Day sebagai bentuk kerjasama pemerintah dengan industri.
Program ini sebagai pengalaman belajar kecerdasan artifisial (AI), coding, dan robotika kepada 400 siswi dari jenjang SD hingga SMA.
"Jangan takut mencoba teknologi dan jangan takut salah. Masa depan digital Indonesia butuh kreativitas, empati, dan keberanian kalian," ujar Meutya kepada para siswi peserta program.
Sinergi pemerintah dan industri diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta digital perempuan yang akan membawa Indonesia menjadi kekuatan utama ekonomi digital di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....