Sorgum, Solusi Pangan Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

  • 27 Jan 2026 07:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Sorgum dinilai sebagai salah satu komoditas pangan alternatif yang berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim. Tanaman serealia yang berasal dari Afrika ini telah menjadi makanan pokok jutaan penduduk dunia selama ribuan tahun dan mulai kembali dilirik di Indonesia.

Di Indonesia, sorgum memiliki jejak historis di wilayah kering seperti Nusa Tenggara Timur dan sebagian Pulau Jawa. Namun, keberadaannya sempat terpinggirkan akibat dominasi beras dan jagung sebagai sumber pangan utama masyarakat.

Secara agronomis, sorgum dikenal sebagai tanaman yang sangat adaptif terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang mampu menyerap air secara efisien serta dapat memasuki fase dormansi saat kekeringan berkepanjangan, sehingga tetap bertahan hidup pada musim kemarau panjang.

Dikutip dari laman Digitani IPB University, sorgum memiliki keunggulan dari sisi kandungan gizi dibandingkan beras. Dalam publikasi tersebut disebutkan, “Sorgum mengandung sekitar 11 persen protein, lebih tinggi dibandingkan beras yang hanya sekitar 6,8 persen,” ucap keterangan tertulis Digitani IPB University. Dilansir rri.co.id, Selasa, 27 Januari 2026.

Selain kandungan protein yang tinggi, sorgum juga dikenal sebagai pangan bebas gluten atau gluten-free. Karakteristik ini membuat sorgum aman dikonsumsi oleh penderita intoleransi gluten serta diminati oleh masyarakat yang menerapkan pola hidup sehat.

Keunggulan lain sorgum terletak pada indeks glikemiknya yang relatif rendah. Kondisi ini membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, sehingga sorgum dinilai baik bagi penderita diabetes. Kandungan polifenol dan antioksidan di dalamnya juga berperan dalam menangkal radikal bebas penyebab penyakit degeneratif.

Tidak hanya sebagai sumber pangan, sorgum juga memiliki nilai ekonomi pada sektor energi terbarukan. Varietas sorgum manis menghasilkan batang kaya nira yang dapat diolah menjadi bioetanol sebagai bahan bakar nabati ramah lingkungan.

Meski memiliki banyak keunggulan, pengembangan sorgum di Indonesia masih menghadapi tantangan, khususnya pada aspek pascapanen. Proses pengolahan membutuhkan mesin penyosoh khusus untuk menghilangkan lapisan kulit ari yang keras agar tekstur biji tidak kasar dan terhindar dari rasa pahit akibat kandungan tanin.

Dengan sifat multifungsi dan hampir seluruh bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan, sorgum dinilai sebagai tanaman nol limbah atau zero waste. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mendorong inovasi pengolahan serta perluasan budidaya sorgum sebagai alternatif pangan dan energi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....