Diaspora Bakal Kembangkan Digitalisasi di 8.000 Desa Indonesia
- 27 Jul 2025 23:41 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Komitmen diaspora Indonesia dalam membangun negeri tak berhenti pada wacana. Melalui Indonesian Diaspora Network (IDN) Global, ribuan profesional Indonesia di luar negeri menggagas program desa digital yang kini telah diterapkan secara aktif di lebih dari 8.000 desa di seluruh tanah air.
Program ini dijalankan secara volunteer oleh diaspora lintas profesi dari bidang teknologi, hukum, hingga tata kelola pemerintahan, untuk mendorong efisiensi pelayanan publik, transparansi administrasi, dan partisipasi warga di tingkat akar rumput. Digitalisasi desa ini menggunakan aplikasi OpenSID karya diaspora Indonesia.
Rencananya IDN Global akan meresmikan aplikasi tersebut di sela-sela Kongres Diaspora ke-8 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada awal Agustus 2025.
“Kami akan meresmikan penggunaan aplikasi OpenSID pada desa percontohan di wilayah IKN, yaitu Desa Bumi Harapan kecamatan Sepaku,” ujar Deputy President Indonesian Diaspora Network (IDN) Global, Kartika Dewi di IKN, Minggu (27/7/2025).
BACA JUGA:
Diaspora 16 Negara Siap Hadiri Kongres di IKN
Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar pilot, melainkan telah menjadi solusi nyata di berbagai daerah. “Kami mengerjakan ini secara gotong royong, dan hasilnya sudah terbukti, di mana lebih dari 10% desa di Indonesia kini memakai sistem ini secara aktif,” ujarnya.
Menurutnya dengan aplikasi ini, warga tidak perlu lagi antre di kantor desa untuk pengurusan administrasi. Surat-menyurat kini bisa diselesaikan cukup lewat aplikasi di ponsel.
“Setelah program kami jalan, nanti warga tak perlu datang ke kantor desa. Cukup online, digital, lewat aplikasi,” kata Sulistyawan
BACA JUGA:
Eco Fashion Nusantara Meriahkan Kongres Diaspora di IKN
Keberhasilan di Desa Bumi Harapan menjadi fondasi ekspansi ke desa-desa lain di sekitar IKN. “Dari satu desa, kami targetkan berkembang ke lima, sepuluh, hingga belasan desa berikutnya. Kami ingin semua desa yang bisa dijangkau ikut serta,” katanya.
Tak hanya berdampak pada efisiensi waktu, sistem ini juga memangkas biaya administrasi dan meminimalisir risiko proyek mandek. “Kami juga telah menandatangani kerja sama jangka panjang dengan Otorita IKN untuk mempercepat digitalisasi desa-desa di wilayah IKN,” ucap Sulistyawan.
Dengan pengalaman lapangan yang luas dan sistem yang telah teruji, IDN Global optimistis dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan desa-desa modern yang inklusif dan terhubung di era kota cerdas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....