Investasi Rp 2,42 Triliun Bangun Kawasan IKN Modern

  • 18 Mar 2025 21:13 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Balikpapan: Penandatanganan perjanjian pemanfaatan tanah dan pengalokasian lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) serta akta notarial dalam rangka percepatan pembangunan IKN dilaksanakan di City Hall, Kantor Otorita IKN, Nusantara, pada hari Selasa, 18 Maret 2025.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, bersama lima investor menandatangani perjanjian tersebut. Kelima investor tersebut adalah PT Citadel Group Indonesia, salah satu penanam modal asing yang berfokus pada pembangunan pusat gaya hidup; PT Berkat Kalimantan Abadi, yang akan membangun pusat makanan dan minuman; PT Perintis Pondasi Teknotama, yang akan membangun perkantoran, showroom, serta infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum; PT Perintis Power Investment, yang mendirikan kawasan campuran; dan PT Sentra Unggul Nusantara, yang akan membangun kawasan perniagaan. Total nilai investasi dari kelima investor tersebut mencapai Rp2,42 triliun.

"Kami baru saja melakukan penandatanganan PKS (Perjanjian Kerja Sama) dan akta notarial sekaligus untuk lokasi lahan para investor. Ini adalah investasi langsung dengan lima investor yang totalnya sekitar Rp2,42 triliun, mencakup sektor hotel, properti, makanan dan minuman. Dalam perjanjian ini, kami sampaikan bahwa dulu, ketika infrastrukturnya belum banyak, banyak yang ragu. Namun, sekarang dengan semakin banyaknya infrastruktur yang dibangun, pembangunannya dapat dimulai pada 2025, dengan target dapat beroperasi sepenuhnya pada 2028. Investor yang terlibat tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Malaysia dan China," kata Basuki Hadimuljono.

Basuki juga mengatakan, perjanjian ini memiliki kekuatan hukum terkait hak atas tanah. Setelah para investor menandatangani, Otorita IKN akan membantu mengurus sertifikatnya. "Sehingga para investor bisa langsung memulai pembangunan. Dengan sertifikat ini, pembangunan dapat segera dilakukan untuk melengkapi ekosistem di Nusantara." katanya.

Agenda ini merupakan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah dan Pengalokasian Lahan ADP pertama kali yang dilakukan di Kantor Otorita IKN, Nusantara. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha serta menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak.

"Sejak Maret ini, ASN sudah mulai pindah ke IKN dan melayani dari City Hall Kantor Otorita IKN. Ini adalah pertama kalinya para investor menandatangani perjanjian ini di Nusantara," ungkap Basuki.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menambahkan, "Dengan penandatanganan PKS pertama kali di City Hall IKN, investor dapat melihat dan merasakan langsung suasana IKN. Plaza Bhinneka Tunggal Ika, yang dulunya adalah Titik Nol Nusantara, sangat indah seperti foto postcard. Investor juga dapat menginap di Swissotel Nusantara, yang merupakan hasil karya Investor Pelopor, serta merasakan tinggal di IKN dengan udara yang segar dan bersih. Semoga semakin banyak investor datang ke IKN, menandatangani PKS, dan segera ikut membangun Ibu Kota Nusantara." ucapnya.

Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur, khususnya di IKN, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PPN No. 6/2022.

Dengan adanya perjanjian ini, Otorita IKN membuktikan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta fasilitas pendukung di ibu kota baru. Ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan Nusantara sebagai pusat pemerintahan dan kota modern yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....