UMKM Balikpapan Sukses Gaet Buyer Dunia di MIHAS 2026, Raih Ratusan Juta
- 30 Sep 2026 05:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Dua UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan sukses menembus pasar halal global lewat ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur.
Kedua pelaku usaha asal Kalimantan Timur tersebut, yakni PT Deli Koffie Indonesia (Delcoff) dan Kampoeng Timoer, berhasil memikat ratusan pembeli internasional serta mengantongi kesepakatan dagang ratusan juta rupiah dalam pameran dagang business-to-business (B2B) yang berlangsung pada 23–26 September 2026.
Delcoff, yang tampil percaya diri lewat booth mandiri, berhasil menarik atensi 427 trade buyers mancanegara, mulai dari Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Afrika Selatan, hingga Korea Selatan. Dari interaksi tersebut, Delcoff resmi mengamankan tiga Letter of Intent (LoI) dari pembeli asal Malaysia dan Arab Saudi senilai US$23.000 atau sekitar Rp402 juta.
Keunikan proses sangrai tanpa gula dan mentega, mengadaptasi tradisi racikan kopi Hainan, menjadi diferensiasi utama yang memikat selera pasar global.
"Respons pasar internasional sangat luar biasa. Para mitra dagang terkesan dengan karakter aroma kopi kami yang murni tanpa tambahan mentega maupun gula saat disangrai. Kesepakatan LoI ini menjadi pintu pembuka, dan saat ini kami terus mematangkan kalkulasi kapasitas produksi serta skema logistik untuk memenuhi permintaan ekspor," ujar, Owner Delkof, Muhammad Naufal.
Produk olahan laut khas Balikpapan, peyek kepiting dari Kampoeng Timoer, turut mencuri perhatian melalui booth agregator Pasti Collective. Tercatat tujuh calon pembeli internasional menjajaki kerja sama serius karena tertarik pada produk seafood snack yang dinilai unik dan belum lazim di Malaysia.
Teksturnya yang renyah-lembut (soft) serta formulasi sehat tanpa bahan pengawet, pewarna sintetis, maupun penyedap rasa buatan menjadi daya tarik yang relevan dengan tren konsumsi global saat ini.
Kehadiran lewat skema agregator membuktikan bahwa pelaku usaha mikro dan kecil tetap mampu bersaing di panggung dunia tanpa harus membuka gerai mandiri. Pasar global sangat mengapresiasi camilan sehat berbahan baku alami. Minat serius para pembeli di ajang ini memberi keyakinan tinggi bagi untuk memperluas distribusi ekspor.
Keberhasilan dua entitas usaha ini menegaskan efektivitas pendekatan integratif hulu-hilir yang dijalankan KPwBI Balikpapan, mulai dari kurasi ketat bersama kurator pangan halal nasional hingga pendampingan terpadu menuju pasar ekspor.
Analis Unit Pengembangan UMKM KI & Syariah/Pendamping UMKM dari KPwBI Balikpapan, Aris Rudianto, mengatakan komitmen KPwBI untuk terus mengawal tindak lanjut transaksi pascapameran.
"Keikutsertaan mitra kami di MIHAS 2026 membuktikan kualitas produk lokal Kalimantan Timur mampu bersaing secara global. Kami tidak sekadar memfasilitasi temu bisnis, tetapi juga mendorong pelaku usaha memahami standar rantai pasok dunia—mulai dari legalitas halal, konsistensi kapasitas pasokan, hingga aspek keberlanjutan lingkungan yang kini menjadi perhatian utama para pembeli internasional," ujar Aris.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....