Salju Terakhir Papua di Ambang Kepunahan
- 21 Sep 2026 10:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Gletser Puncak Jaya di Papua terus menyusut akibat pemanasan iklim dan perubahan kondisi atmosfer. Lapisan es yang tersisa kini hanya sebagian kecil dari luas historisnya.
World Meteorological Organization atau WMO melaporkan, pada 2025 luas es tropis yang tersisa di Papua hanya sekitar dua persen dibandingkan kondisi pada 1988. WMO memperkirakan gletser tropis terakhir Indonesia dapat menghilang pada akhir 2026 atau awal 2027.
Penelitian David Ibel dan kolega yang diterbitkan dalam jurnal The Cryosphere pada 2025 menunjukkan penyusutan lebih dari 99 persen sejak 1850. Berdasarkan citra satelit resolusi tinggi, luas gletser Puncak Jaya pada 2024 diperkirakan sekitar 0,165 kilometer persegi atau 16,5 hektare.
Temuan tersebut diperkuat penelitian yang terbit pada 2026 di Cold Regions Science and Technology. Analisis citra Landsat periode 1980–2024 mencatat luas gletser berkurang sekitar 7,28 kilometer persegi atau 97 persen, sementara empat dari enam gletser yang diteliti telah menghilang.
Penelitian tersebut memperkirakan dua gletser yang masih tersisa akan menghilang sekitar 2028 hingga 2030. Perbedaan waktu proyeksi dengan laporan WMO menunjukkan bahwa waktu kepunahan gletser bergantung pada laju penyusutan yang digunakan dalam masing-masing kajian.
Penyusutan salju terakhir Papua juga tidak hanya menjadi persoalan perubahan bentang alam. Dalam laporan BBC News Indonesia, masyarakat Amungme menggambarkan Nemangkawi sebagai bagian penting dari hubungan mereka dengan alam dan leluhur. Elfrida Natkime mengatakan masyarakat Amungme memandang Nemangkawi bukan sekadar gunung, melainkan tempat peristirahatan leluhur.
Kawasan tersebut juga menyimpan nilai ilmiah. Penelitian sebelumnya menunjukkan inti es dari Puncak Jaya dapat merekam variabilitas iklim tropis Pasifik, sementara kehilangan es berlangsung semakin cepat dan diperkuat oleh fenomena El Niño 2015–2016.
Bagi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tersebut, hilangnya salju terakhir Papua berarti perubahan pada lanskap yang memiliki nilai ekologis sekaligus budaya. Sementara bagi ilmuwan, menyusutnya gletser menjadi kehilangan salah satu arsip alami perubahan iklim di kawasan tropis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....