Gletser Puncak Carstensz Terancam Lenyap Total
- 21 Sep 2026 10:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Lapisan es gletser Puncak Carstensz di Papua kini tersisa sekitar 16 hektare. Fenomena kepunahan es ini memicu kekhawatiran mendalam terkait dampak perubahan iklim di wilayah Indonesia.
Melansir laporan dari data BBC News Indonesia, penyesuaian tutupan es di pegunungan tertinggi Indonesia tersebut berlangsung amat cepat. Para peneliti memperkirakan hamparan salju abadi Papua ini akan mencair sepenuhnya pada akhir tahun 2026 atau awal 2027.
Peneliti ekologi gletser dari Charles University Republik Ceko, Marie Šabacká, sempat melakukan pengukuran langsung di kawasan Puncak Carstensz. Marie Šabacká menjelaskan bahwa gletser berfungsi penting sebagai penyimpan rekaman iklim alami bumi yang tidak dapat tergantikan.
"Gletser menyimpan catatan iklim planet kita. Ketika gletser ini mencair, kita kehilangan data ekologis dan sejarah iklim yang tidak akan pernah bisa dipulihkan kembali," ujar Marie Šabacká saat memaparkan hasil pengamatan lapangannya.
Proyeksi ilmiah dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memperkuat temuan riset internasional tersebut. Dalam laporan resminya, BMKG menyatakan bahwa laju pemanasan suhu global secara konsisten mengikis ketebalan tutupan es tropis Papua dari tahun ke tahun.
Pencairan gletser Puncak Carstensz tidak hanya membawa dampak buruk bagi keseimbangan iklim dan ekosistem pegunungan. Masyarakat adat Amungme dan Moni di sekitar kawasan pegunungan juga berisiko kehilangan situs sakral Nemangkawi akibat hilangnya lapisan es tersebut.
Kepunahan gletser Puncak Carstensz memberikan peringatan keras akan besarnya ancaman perubahan iklim global bagi wilayah kepulauan Indonesia. Penanganan emisi dan komitmen perlindungan lingkungan hidup diharapkan terus ditingkatkan guna meminimalkan dampak kerusakan ekologis lanjutan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....