Ibu Tunggal di India Menang Maraton Demi Buku Anak

  • 21 Sep 2026 07:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Seorang ibu tunggal berusia 47 tahun di Negara Bagian Maharashtra, India barat, mengikuti lomba lari komunitas sejauh tiga kilometer demi mendapatkan hadiah uang tunai untuk memenuhi kebutuhan pendidikan putrinya.

Melansir BBC News Indonesia, perempuan bernama Ramabai Ranveer tersebut menjadi perhatian publik setelah video dirinya saat melintasi garis finis beredar di media sosial. Tanpa persiapan fisik dan mengenakan sandal, Ramabai berhasil meraih posisi pertama pada kategori perempuan usia 30 hingga 60 tahun.

Kisah tersebut bermula ketika putri bungsu Ramabai yang bersekolah di Kota Nanded membutuhkan uang untuk membeli buku dan perlengkapan belajar. Karena keterbatasan ekonomi, Ramabai memutuskan mengikuti lomba lari lokal yang menyediakan hadiah sebesar 3.000 rupee atau sekitar Rp554.400.

Dalam perlombaan yang berlangsung di lintasan tanah basah, sandal yang dikenakan Ramabai beberapa kali terlepas. Ia kemudian melepas alas kakinya, menggulung kain sari yang dikenakan, dan melanjutkan perlombaan hingga mencapai garis finis.

Perjuangan hidup Ramabai telah berlangsung selama bertahun-tahun setelah suaminya meninggal dunia pada 2012. Sejak itu, ia bekerja dengan menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari memetik kedelai hingga menjadi juru masak di sebuah lembaga bimbingan belajar.

Mantan Ketua University Grants Commission India, Prof. Sukhadeo Thorat, menilai kisah tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam sistem jaminan sosial dan bantuan pendidikan di India.

"Jika seorang perempuan terpaksa berjuang begitu keras demi pendidikan putrinya, ini menunjukkan bahwa program pendidikan pemerintah tidak menjangkau masyarakat secara memadai," ujar Sukhadeo Thorat.

Kisah Ramabai kemudian mendapat perhatian dari pejabat kehakiman tertinggi di India. Hakim Agung India Surya Kant menginstruksikan pejabat daerah setempat untuk menyalurkan bantuan sebesar 50.000 rupee kepada keluarga Ramabai.

Peristiwa tersebut turut menyoroti pentingnya akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap bantuan pendidikan. Dukungan pemerintah dinilai diperlukan agar kebutuhan dasar pendidikan anak dapat dipenuhi tanpa membebani keluarga secara berlebihan.

Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu hal penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang layak. Kisah Ramabai juga memperlihatkan bagaimana keterbatasan ekonomi dapat mendorong orang tua melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....