Studi Baru Ungkap Jutaan Spesies Serangga Bumi
- 02 Jul 2026 07:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan jumlah spesies serangga di bumi mencapai dua puluh juta jenis. Temuan mengejutkan ini merevolusi data keanekaragaman hayati global yang selama ini hanya mencatat enam juta.
Laporan majalah TIME mengonfirmasi riset besar tersebut dipublikasikan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Penelitian komprehensif ini dilakukan di kawasan konservasi hutan liar Área de Conservación Guanacaste negara Kosta Rika. Para ilmuwan lintas institusi memfokuskan amatan pada ekosistem hutan tropis yang membentang luas di sana. Langkah ini diambil untuk memetakan keanekaragaman hayati makhluk hidup bumi secara presisi.
Selama ini komunitas sains global menyepakati bahwa angka ragam makhluk invertebrata tersebut berkisar enam juta spesies. Namun lembaga Smithsonian Institution memperkirakan ada sepuluh kuintiliun individu serangga hidup di dunia pada setiap momen. Lonjakan estimasi spesies serangga hingga tiga kali lipat berimplikasi besar bagi masa depan riset entomologi. Data baru ini memaksa para ahli memperbarui peta konservasi alam global secara menyeluruh.
Assistant Professor di Departemen Entomologi Universitas Cornell, Laura Melissa Guzman, memberikan penjelasan mendalam terkait urgensi temuan ini. Guzman menyatakan dunia berpotensi kehilangan banyak satwa tanpa pernah mengetahui nama atau keberadaan mereka sebelumnya. Dirinya menegaskan hasil riset lapangan tersebut memberikan garis dasar krusial mengenai sisa pekerjaan konservasi manusia. Pernyataan ini menjadi alarm penting di tengah maraknya fenomena kepunahan massal satwa global.
Dalam pelaksanaan riset lapangan, tim peneliti memasang rangkaian alat khusus yang bernama perangkap Malaise. Jaring penangkap terbang tersebut berhasil mengumpulkan total lebih dari satu juta enam ratus ribu spesimen serangga. Seluruh sampel kemudian dikirim ke laboratorium canggih untuk melewati sistem pemindaian kode batang genom berkecepatan tinggi. Proses identifikasi otomatis tersebut mendeteksi lima puluh empat ribu spesies berbeda dari sampel koleksi.
Para ilmuwan selanjutnya menggunakan model statistik rasio pengambilan sampel untuk memprediksi populasi liar yang tersisa bebas. Melalui metode ekstrapolasi tersebut, ditemukan estimasi tiga ratus tiga puluh tiga ribu jenis serangga di Kosta Rika. Model penghitungan serupa diterapkan pada skala dunia dengan membandingkan rasio bentuk kehidupan lain seperti pohon alami. Komparasi matematis berskala makro inilah yang memunculkan angka mutakhir dua puluh juta spesies global.
Dampak kerusakan habitat akibat ulah manusia dikhawatirkan akan memusnahkan jutaan spesies serangga sebelum berhasil diidentifikasi. Oleh karena itu, percepatan katalogisasi keanekaragaman hayati global menjadi fokus tindak lanjut utama para peneliti dunia. Harapannya, pemetaan genomik berbasis teknologi robotik ini mampu menyelamatkan rantai makanan dari kehancuran ekologis total. Perlindungan ekosistem mikro terbukti krusial demi menjaga keberlangsungan seluruh makhluk hidup di planet bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....