PBB Ungkap Polusi Plastik dan Krisis Ikan Ancam Laut Dunia

  • 08 Jun 2026 18:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peringatan Hari Laut Sedunia pada tanggal delapan Juni mengajak publik dunia menjaga kelestarian ekosistem samudra global. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan aksi nyata demi mengatasi krisis kerusakan lingkungan maritim yang terus meningkat.

Perayaan Hari Laut Sedunia tahun ini mengusung tema reorientasi hubungan manusia dengan ekosistem samudra. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menyatakan bahwa laut memiliki fungsi vital bagi iklim bumi. Menurut beliau samudra luas menopang kehidupan miliaran manusia dan menjaga kestabilan alam secara menyeluruh.

Namun kondisi perairan dunia saat ini berada dalam ancaman kerusakan ekologis yang sangat parah. Data resmi lembaga dunia menunjukkan sekitar sembilan puluh persen populasi ikan besar kini telah habis. Selain itu separuh dari total kawasan terumbu karang di seluruh planet bumi juga mengalami kehancuran.

Masalah tersebut semakin diperparah oleh lonjakan volume limbah buatan manusia yang masuk ke perairan. Laporan berkala mengestimasi emisi sampah plastik tahunan ke laut mencapai lima puluh dua juta metrik ton. Zat pencemar berbahaya ini sekarang diketahui telah berdampak buruk pada empat ribu lebih spesies maritim.

Editor World Ocean Assessment Dr Ian Butler menjelaskan bahaya polusi zat tersebut bagi fauna. Menurut penjelasan beliau racun mikroplastik dapat melemahkan fungsi sistem kekebalan tubuh serta reproduksi satwa air. Fenomena tragis ini pada akhirnya merusak kestabilan populasi makhluk hidup di dalam ekosistem samudra.

Di tengah krisis ini muncul sebuah harapan baru melalui kesepakatan tata kelola maritim internasional. Perjanjian High Seas Treaty secara resmi mulai berlaku pada tanggal tujuh belas Januari tahun ini. Regulasi global tersebut menargetkan perlindungan penuh bagi tiga puluh persen wilayah perairan dunia.

Implementasi regulasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif nyata bagi pemulihan kesehatan ekosistem perairan. Momentum Hari Laut Sedunia menjadi pengingat penting bagi semua negara untuk memperkuat kerja sama nyata. Tindak lanjut dari komitmen kolektif ini sangat mendesak demi menjamin masa depan samudra biru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....