Perluas Area Venue Sultan Hill, IPAC Paser 2026 Siap Digulirkan
- 24 Mei 2026 09:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Penyelenggaraan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Paser serie pertama, tidak lama lagi akan segera digulirkan. Di mana, event resmi bergengsi skala internasional tersebut akan digelar pada 4-7 Juni 2026, bertempat di Sultan Hill, Desa Lempesu, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser.
Sementara ini terkonfirmasi hampir 60 atlet paralayang atau paraglider luar Kaltim memastikan diri untuk ikut ambil bagian dalam event ini, termasuk 5 negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Belanda dan Ukraina.
Sebagai tuan rumah, tentu Kabupaten Paser tidak ingin melewatkan momentum tersebut, sehingga sejak awal Tahun 2026 lalu, Bukit Sultan atau Sultan Hill yang menjadi venue olahraga paralayang ini dibenahi dan ditingkatkan agar sesuai dengan standar internasional.
Kepala Cabang Paralayang Pengkab Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Paser, Alfansuri Hidayat, menerangkan untuk venue sendiri sudah hampir rampung dan siap digunakan, karena berkolaborasi dengan Sultan Paser Aji Muhammad Jarnawi sebagai owner Sultan Hill.
"Untuk di take off juga sudah dirapikan rumput-rumputnya, juga di landing sudah kita lebih perluas lagi seperti keinginan kita saat pertemuan dengan Sekjen FASI Pusat. Bahwa landing lebih diluaskan dan sekarang sudah kita luaskan oleh Sultan, dan Sultan memberi kesempatan buat lahannya diluaskan lagi," ujar Alfan kepada rri.co.id.
Agar sesuai dengan standarnya, tempat landing atau mendarat atlet sendiri diperluas sekitar 1.5 hektar atau satu kali lipatnya lapangan sepak bola.
Sedangkan untuk area take off nya juga sudah dibenahi dan beberapa pohon yang cukup mengganggu sudah ditebang agar kelancaran penyelenggaraan.
Sementara, Kemudian, Alfan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Paser yang turut membantu dalam suksesi penyelenggaraan ini. Mengingat anggaran pelaksanaan ini telah didukung penuh oleh pemerintah daerah melalui Disporapar sesuai harapan Bupati menjadi daerah sport tourism.
Selain itu, panitia berharap pihak sponsor luar dapat melihat kesempatan ini untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan Paser IPAC 2026.
"Mungkin saat ini siapa tahu ada teman-teman kita di luar atau perusahaan atau pihak ketiga yang mau mensponsori kita silakan sih mumpung saat ini kita memang belum ada disponsori. Saat ini hanya dibantu oleh Disporapar Paser," ucapnya.

Selain itu Ia juga menyebutkan kendala lain seperti persoalan waktu pelaksanaan. Hanya saja di Juni ini memang cuaca diprediksi akan bersahabat, sehingga tidak bisa dipercepat ataupun diulur lagi waktunya.
"Kalau untuk kendala lain sementara ini ya mungkin waktu kali ya. Dikatakan terlalu mepet nggak juga, memang iya agar lebih baik sebenarnya kita memaksimalkan ini kegiatan ini. Jadi waktu yang ada ini ya kita berusaha supaya maksimal ini," katanya Alfan.
Kemudian, Alfan juga menjelaskan tujuan utama Paser sebagai tuan rumah pelaksanaan IPAC serie pertama ini karena ingin mengenalkan destinasi wisata yang ada, bukan hanya promosi skala nasional, melainkan internasional.
Sehingga event ini dikatakannya mampu mendongkrak wisata Paser melalui sport tourism yang sudah digaungkan oleh Bupati Paser Fahmi Fadli.
"Pada khususnya sebenarnya kegiatan sport tourism ini kan sesuai dengan keinginannya pemerintah (Bupati Paser) bahwa di paralayang sendiri itu adalah tempat orang bertanding dan juga tempatnya itu adalah tempat wisata. Jadi kita bertanding dengan mengenalkan wisata kita," ujar Alfan.

Disektor ekonomi pun juga dikatakannya bisa membantu para pelaku UMKM sekitar. Sehingga IPAC nanti akan memiliki dampak baik dalam perekonomian dan juga wisata olahraga yang ada di Bukit Sultan.
Bukit Sultan sendiri sudah diakui oleh Ketua Paralayang Pusat dan FASI Pusat untuk menjadi venue paralayang standar nasional.
Sehingga venue dengan ketinggian 200mdpl ini, untuk take off dan landing yang sudah dibenahi akan masuk dalam penilaian standar internasional dan layak digunakan.
Event Paser IPAC 2026 ini juga nantinya akan memperebutkan dengan total hadiah Rp180 juta. Hadiah ini pun dikatakan Alfan bisa menjadi yang terbesar sepanjang event tersebut digelar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....