Jepang Prediksi Bunga Sakura 2026 Mekar Lebih Awal
- 25 Mar 2026 05:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tokyo - Masyarakat dunia yang merencanakan liburan musim semi ke Jepang perlu mencermati jadwal mekarnya bunga sakura pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan data terbaru, suhu udara yang lebih hangat di bulan Maret diprediksi akan mempercepat proses pembukaan kuncup bunga ikonik tersebut di wilayah timur dan barat Jepang.
Lembaga meteorologi resmi Japan Meteorological Corporation (JMC) dalam pembaruan terkini pada 12 Maret 2026 menyatakan pembungaan sakura tahun ini diperkirakan terjadi lebih awal dari rata-rata tahunan. Wilayah Jepang bagian timur diprediksi akan mengalami fenomena mekarnya bunga sakura secara signifikan lebih cepat dibandingkan wilayah lainnya.
Kondisi mekar pertama atau yang dikenal dengan istilah 'kaika' di Tokyo diprediksi akan jatuh pada tanggal 21 Maret 2026. Sementara itu, wilayah Kyoto diperkirakan baru akan menyusul dengan mekar pertama yang dimulai pada tanggal 27 Maret 2026 berdasarkan data dari Japan National Tourism Organization (JNTO).
Pihak Japan National Tourism Organization (JNTO) juga menjelaskan bahwa puncak mekar atau 'mankai' di Tokyo akan terjadi sekitar akhir Maret, tepatnya antara tanggal 27 hingga 31 Maret 2026. Untuk wilayah Kyoto, keindahan puncak mekar bunga sakura tersebut baru bisa dinikmati oleh wisatawan pada awal April 2026 mendatang.
Japan Meteorological Corporation (JMC) menetapkan kriteria teknis khusus dalam menentukan status puncak mekar atau 'mankai' pada pohon sampel pengamatan resmi. Status 'mankai' tersebut baru akan dinyatakan secara resmi jika lebih dari 80 persen kuncup bunga pada pohon sampel tersebut telah mekar sepenuhnya.
Meskipun jadwal mekar bunga sakura telah diprediksi, kondisi lapangan secara 'real-time' tetap sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca yang dinamis. Laporan harian dari Japan-Guide.com menyebutkan bahwa lokasi populer seperti Taman Ueno dan Arashiyama biasanya akan mulai dipadati oleh pengunjung seiring dengan munculnya kelopak bunga.
Tim ahli dari Japan-Guide.com juga memperingatkan bahwa fenomena alam seperti hujan lebat dan angin kencang berpotensi memperpendek periode pemandangan terbaik sakura. Oleh karena itu, para wisatawan disarankan untuk terus memantau prediksi cuaca yang andal karena faktor-faktor tersebut biasanya baru tersedia beberapa hari sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....