Mengenal Nowruz 1405, Perayaan Tahun Baru Rakyat Iran

  • 23 Mar 2026 05:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Teheran - Momen ekuinoks musim semi atau Nowruz 1405 Solar Hijri ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 10:46:21 waktu setempat. Perayaan tahun baru Iran ini menjadi simbol transisi dari musim dingin menuju pembaruan alam yang penuh makna bagi masyarakat.

Institut Geofisika Universitas Teheran selaku otoritas resmi kalender Iran menyatakan bahwa perhitungan waktu presisi tersebut menjadi acuan dimulainya musim semi atau Tahvil-e Sal. Penetapan ini sangat krusial mengingat signifikansi budaya Nowruz yang telah berakar ribuan tahun di wilayah tersebut.

Profesor Sejarah dan Studi Internasional Yale University, Abbas Amanat, menjelaskan bahwa Nowruz tahun 2026 memiliki fungsi sosiologis yang sangat mendalam. Menurutnya, perayaan ini telah bermutasi menjadi pernyataan politik tentang identitas dan daya tahan nasional bagi rakyat Iran.

Fenomena unik terjadi pada tahun 2026 karena perayaan Nowruz bersandingan dengan hari raya Idulfitri yang jatuh pada 21 Maret 2026. UNESCO Silk Roads Programme mencatat bahwa pertemuan dua perayaan besar berbasis solar dan lunar ini terjadi dalam rentang waktu hanya 24 jam.

Persandingan hari raya ini memperkuat ikatan sosial masyarakat di wilayah Asia Tengah, namun sekaligus memberikan tekanan pada sektor ekonomi. Permintaan ganda untuk kebutuhan hidangan khas Nowruz dan persiapan Idulfitri memicu lonjakan harga yang cukup signifikan di pasar-pasar tradisional.

Lembaga Economic Research Center (ERC) melaporkan adanya kenaikan harga bahan makanan pokok hingga 35 persen di pasar Teheran sepanjang Maret 2026. Data menunjukkan inflasi sektor pangan mencapai titik tertinggi dalam satu dekade terakhir akibat pertemuan dua hari besar tersebut.

Situasi ekonomi yang menantang memaksa banyak rumah tangga untuk memprioritaskan pengeluaran mereka hanya pada kebutuhan dasar dan hidangan wajib. Meskipun demikian, antusiasme warga untuk merayakan tradisi tahunan ini tetap terlihat sangat tinggi di berbagai pusat perbelanjaan.

Farnaz Fassihi dalam laporannya di The New York Times mengungkapkan bahwa pasar-pasar tradisional seperti Tajrish Bazaar di Teheran tetap dipadati pengunjung. Para pedagang bunga tulip dan ikan mas tetap melayani pembeli meskipun situasi keamanan regional sedang tidak menentu.

Kehadiran warga di pusat keramaian ini menunjukkan bahwa tradisi Nowruz menjadi semacam 'jangkar stabilitas' di tengah gejolak politik yang terjadi. Masyarakat seolah mengabaikan sirene peringatan udara yang sesekali terdengar demi menjaga kelangsungan tradisi leluhur mereka.

Abbas Amanat menegaskan kembali bahwa Nowruz 1405 merupakan simbol kekuatan identitas bangsa di tengah sanksi ekonomi dan isolasi internasional. Perayaan ini membuktikan daya tahan masyarakat Iran dalam menghadapi tekanan luar biasa dari berbagai aspek kehidupan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....