Tragedi Resor Ski Swiss Akibat Kembang Api
- 03 Jan 2026 13:44 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Jaksa Agung Valais Béatrice Pilloud menyatakan, investigasi forensik kebakaran resor ski Swiss fokus pada kembang api. Penggunaan kembang api dalam ruangan diduga kuat menjadi pemicu utama tragedi maut pada 1 Januari 2026 tersebut.
Pilloud menjelaskan, material peredam suara di langit-langit bar tidak memenuhi standar keamanan kebakaran modern. Hal ini mengakibatkan api menyebar secara horizontal dalam hitungan detik dan menjebak ratusan pengunjung di dalam ruangan.
Melalui siaran pers resmi di situs Admin.ch, Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin menyatakan duka mendalam bagi para korban. Pemerintah Federal Swiss telah memastikan bantuan psikologis bagi keluarga korban melalui unit krisis federal yang diterjunkan langsung.
Laporan media internasional Swissinfo menyebutkan jumlah korban luka mencapai 119 orang dengan 15 di antaranya kondisi kritis. Para korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di unit luka bakar rumah sakit universitas Lausanne dan Jenewa.
Berdasarkan laporan BBC News dan Reuters, proses evakuasi terhambat oleh pintu keluar darurat yang tertutup kerumunan panik. Saksi mata menggambarkan situasi mencekam saat 'hujan api' turun dari langit-langit bar akibat kembang api di area VIP.
Institut Keamanan Kebakaran Swiss memberikan catatan awal bahwa kombinasi kayu tradisional dan bahan sintetis menciptakan 'efek cerobong'. Pakar teknik keamanan kebakaran tersebut kini mendesak evaluasi ulang izin piroteknik di seluruh tempat hiburan malam Swiss.
Juru bicara medis Rumah Sakit Universitas Lausanne mengonfirmasi sebagian besar korban tewas akibat asfiksia atau penghirupan asap beracun. Tim identifikasi korban bencana kini bekerja keras mencocokkan data DNA dan rekam medis untuk proses identifikasi resmi.
Pihak Kepolisian Swiss telah bergerak cepat dengan mengamankan manajer bar dan penyelenggara acara untuk dimintai keterangan. Investigasi hukum saat ini difokuskan pada dugaan kelalaian terkait batas kapasitas ruangan dan izin penggunaan kembang api.
Tragedi kembang api ini menjadi catatan kelam bagi sektor pariwisata musim dingin di Swiss pada awal tahun 2026. Otoritas berwenang terus memperbarui data melalui Staf Komando Kantonal Valais guna memastikan transparansi informasi kepada publik internasional
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....