IKN Jadi Tempat Dialog Perlindungan Pekerja Migran
- 02 Agt 2025 09:32 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Masa depan pekerja migran Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-8 yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN). Diskusi bertajuk Migrasi yang Efektif untuk Pekerja Migran Indonesia pada Jumat (1/8/2025) menghadirkan beragam narasumber dan mempertemukan pemerintah, diaspora, hingga organisasi internasional untuk membahas perlindungan tenaga migran secara menyeluruh.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Abdul Kadir Karding, mengajak jaringan Diaspora Indonesia di berbagai negara untuk terlibat langsung dalam upaya perlindungan migran. Ia mendorong partisipasi aktif dalam edukasi hukum, advokasi, dan pengembangan keterampilan pekerja migran.
“Perlindungan tidak boleh hanya menjadi wacana. Diaspora bisa menjadi penghubung penting yang memberikan informasi, pendampingan, hingga peningkatan kapasitas para pekerja kita di luar negeri,” ujar Abdul Kadir Karding.
Diskusi tersebut juga menghadirkan tokoh-tokoh seperti Sringatin, pegiat buruh migran asal Hongkong, Judha Nugraha dari Kementerian Luar Negeri, Shafira Ayunindya dari IOM Indonesia serta Farah Djalal dari HatiPlong yang mengangkat pentingnya kesehatan mental bagi pekerja migran.
Berbagai isu kritis turut dibahas, mulai dari status hukum, akses terhadap informasi dan bantuan, perlindungan di negara penempatan, hingga tantangan reintegrasi saat pulang ke tanah air. Forum ini mencerminkan pentingnya pendekatan holistik yang menyentuh aspek hukum, ekonomi, sosial, dan psikologis pekerja migran.
Penyelenggaraan forum ini memperkuat posisi IKN sebagai kota baru yang bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga ruang dialog inklusif yang merangkul berbagai kepentingan. IKN dibangun sebagai kota yang mendengar, menjembatani, dan merumuskan kebijakan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, termasuk mereka yang berada di luar negeri.
Dengan mengangkat isu strategis seperti perlindungan migran, IKN menegaskan komitmennya untuk menjadi kota yang berkeadilan dan berpihak pada kemanusiaan. Nilai solidaritas, keadilan sosial, dan keterlibatan masyarakat menjadi pondasi dalam membangun masa depan Indonesia dari Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....