Dishanpan Paser Luncurkan Program Roda Pangan, Bupati Berikan Dukungan Penuh
- 08 Sep 2026 06:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser dalam mensejahterakan masyarakat hingga ke desa-desa, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Paser meluncurkan program "Roda Pangan", pada Senin 7 September 2026.
Peluncuran porgram Roda Pangan (Revitalisasi outlet desa melalui Akselarasi Pangan) itu, telah diresmikan secara langsung oleh Bupati Paser Fahmi Fadli, yang dilakukan di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Kecamatan Tanah Grogot.
Dalam sambutannya, Fahmi Fadli menyampaikan bahwa pemerintah sangat menyambut baik dan mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan yang telah merancang sedemikian rupa program tersebut.
Menurutnya, program ini selaras dengan keinginannya dalam mewujudkan Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera).
"Ketahanan pangan adalah salah satu fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pangan yang tersedia dalam jumlah cukup harus diiringi dengan akses masyarakat terhadap pangan yang aman, bergizi, beragam, dan terjangkau sehingga benar-benar mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan," ucap Bupati Paser, Fahmi Fadli.

Kemudian, baginya persoalan ketahanan pangan ini juga sesuai dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto ke setiap daerah untuk membangun dan mengembangkan sistem informasi pangan dan gizi yang terintegrasi.
"Sistem ini berfungsi sebagai instrumen perencanaan, pemantauan, stabilisasi pasokan dan harga, sekaligus sebagai sistem peringatan dini ini terhadap proteksi kerentanan pangan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dishanpan, Muhammad Arfah, menerangkan bahwa pihaknya tengah membuat terobosan untuk membangun kembali outlet-outlet yang sudah ada di desa untuk dijadikan sebagai distributor, penyaluran bahan pangan yang bersumber dari Bulog.

"Roda Pangan ini merupakan suatu hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dengan Perum Bulog sendiri dan pemerintah daerah dengan para pelaku usaha yang ada di desa," kata Arfah menjelaskan.
Ia menjelaskan, yang menjadi dasar inovasi program Roda Pangan ini diambil dalam proyek perubahan setelah survei kepada masyarakat dengan pertanyaan yang sulit dijawab, yakni menanyakan masalah harga pangan yang masih mahal.
"Melalui Roda Pangan ini kami berusaha menjawab karena pertanyaan itu bagaikan aib bagi Dinas Ketahanan Pangan jika ini tidak diselesaikan. Makanya oleh karena itu kami mencoba memunculkan program ini menunjukkan bahwasanya pemerintah itu hadir, pemerintah itu ada di setiap permasalahan yang mereka hadapi," ujarnya menjelaskan.

Arfah menyebut, melalui program ini baginya bukan hanya semata-mata penyaluran pendistribusian pangan saja, akan tetapi guna meyakinkan pendistribusian ini benar-benar sampai ke desa dan manfaatnya diterima oleh masyarakat, dengan harga yang terjangkau atau tidak mahal lagi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....