Paser Bahas Zonasi dan SPMB lewat Program Ngobrol Pintar

  • 31 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser – Polemik sistem zonasi dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang kerap muncul setiap tahun menjadi pembahasan dalam kegiatan perdana Ngobrol Pintar (NGOPI) di Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Forum yang digagas Paser Education bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser itu menjadi ruang diskusi terbuka untuk mencari berbagai sudut pandang dan solusi persoalan pendidikan.

Mengusung tema “Zonasi Lagi, Ribut Lagi”, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, organisasi profesi, hingga legislatif. Diskusi dipandu Ketua Paser Education Sri Ayu Mulyati dan menghadirkan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser Novenandhana, Ketua PGRI Kabupaten Paser Jauhari, serta anggota DPRD Kabupaten Paser Zulfikar.

Dikutip dari laman Media Center Kabupaten Paser, Senin 31 Agustus 2026, Ketua Paser Education Sri Ayu Mulyati mengatakan NGOPI dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi masyarakat, pendidik, pemangku kebijakan, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Paser.

Menurut Ayu, forum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana membahas berbagai persoalan pendidikan secara konstruktif. Selain itu, diskusi juga menjadi ruang untuk menghimpun masukan dan gagasan dari berbagai kalangan guna mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Diskusinya cukup menarik karena tidak berhenti pada pemaparan narasumber. Ada sesi tanya jawab yang membuat berbagai persoalan nyata di lapangan bisa langsung disampaikan dan didiskusikan,” ujar Ayu.

Dalam forum tersebut, peserta dan narasumber membahas sejumlah aspek terkait pelaksanaan sistem zonasi dan SPMB. Mulai dari tantangan pemerataan akses pendidikan, kapasitas dan daya tampung sekolah, hingga harapan masyarakat terhadap sistem penerimaan murid baru yang dinilai lebih adil dan transparan.

Kegiatan perdana NGOPI diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan pendidikan di Kabupaten Paser. Selain menjadi ruang bertukar gagasan, forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi dan solusi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....