Kunjungi PRS Long Sam, Menteri Kehutanan Tegaskan Komitmen Kelestarian Hutan
- 27 Agt 2026 19:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Berau dengan meninjau Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam di Kampung Merasa, Rabu 26 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian setelah peninjauan kesiapan Tim Terpadu Karhutla, Manggala Agni, dan lokasi eks Karhutla di Kampung Tumbit Melayu.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kehutanan didampingi Wakil Bupati Berau, Gamalis, serta jajaran terkait. Peninjauan PRS Long Sam menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap upaya perlindungan dan rehabilitasi satwa liar, khususnya orangutan.
Raja Juli Antoni menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya bertujuan melindungi masyarakat, tetapi juga memastikan satwa liar dan habitatnya tidak ikut terdampak.
“Jangan sampai kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak negatif kepada masyarakat, tetapi juga berdampak kepada satwa, terutama orangutan yang menjadi kebanggaan Kalimantan Timur, kebanggaan Berau, bahkan kebanggaan dunia,” ujar Raja Juli Antoni.
Ia menyebut, potensi populasi orangutan di kawasan tersebut mencapai sekitar 500 hingga 800 individu. Karena itu, pengamanan habitat dari ancaman kebakaran menjadi perhatian penting, terutama pada kondisi kemarau dan meningkatnya risiko Karhutla.
“Kita harus lakukan patroli. Manggala Agni dan teman-teman juga harus berpatroli di sana untuk bisa mengawal secara khusus kawasan landscape tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan menyerahkan SK Persetujuan Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat dengan total luasan mencapai ribuan hektare. Persetujuan tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam memberikan akses pengelolaan kawasan hutan kepada masyarakat sekitar.
Menteri berpesan agar kawasan yang telah diberikan akses pengelolaan dijaga dari ancaman kebakaran dan dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jaga baik-baik, jangan sampai terbakar. Semoga bisa produktif,” ucap Menhut kepada para penerima persetujuan.
Menurutnya, pemberian akses Perhutanan Sosial juga diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai bagian dari pemangku kawasan, sehingga hutan tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rangkaian kunjungan Menteri Kehutanan di Berau tersebut mencakup peninjauan kesiapan Tim Terpadu Karhutla, Manggala Agni, lokasi eks Karhutla di Kampung Tumbit Melayu, kunjungan ke PRS Long Sam, hingga penyerahan enam SK Persetujuan Perhutanan Sosial. (DiskominfoIKP/Fhd, Mul, Spr)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....