Menteri Kehutanan Tinjau Eks Karhutla di Berau

  • 27 Agt 2026 17:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni meninjau lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Rabu 26 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak sekaligus memastikan kesiapan penanganan karhutla.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Menteri Kehutanan di Kabupaten Berau, terutama untuk memastikan kesiapsiagaan unsur terkait dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi kemarau. Raja Juli Antoni didampingi Wakil Bupati Berau H. Gamalis saat meninjau kesiapan personel dan sarana Manggala Agni sebelum menuju lokasi bekas kebakaran.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mencegah dan menangani karhutla.

Raja Juli Antoni menegaskan, pemerintah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla secara bersama-sama. “Tema besar kami datang ke sini adalah mengantisipasi, mencegah, dan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Raja Juli.

Menurutnya, ancaman karhutla juga berkaitan dengan perubahan iklim yang dapat memicu fenomena El Niño dengan lebih cepat dan intensitas yang kuat. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas.

“Perubahan iklim itu real, kenyataan. Ini adalah El Niño dengan skala yang besar,” tegasnya. Ia menambahkan, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari luas kawasan yang terbakar, tetapi juga dari kemampuan pemerintah melindungi masyarakat dari dampak kebakaran, khususnya paparan asap.

Raja Juli Antoni mengingatkan, asap karhutla dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ia mengapresiasi peran TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat yang terus terlibat dalam pencegahan serta penanganan karhutla. Peninjauan di Kampung Tumbit Melayu diharapkan semakin memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam menjaga hutan dan lahan serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat.

(DiskominfoIKP/Fhd, Mul, Spr)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....