Ditengah Kemarau, Bupati Berau Apresiasi Petani Labanan Jaya Tetap Berhasil Panen

  • 21 Agt 2026 07:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau – Di tengah teriknya cuaca dan kemarau yang melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, panen padi masih berlangsung di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur. Syukuran panen padi digelar pada Kamis 20 Agustus 2026, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus optimisme petani di tengah tantangan kekeringan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, bersama Wakil Bupati Berau, Gamalis, hadir dalam kegiatan tersebut untuk berbagi sukacita sekaligus memberikan dukungan kepada para petani.

Di sejumlah wilayah pertanian Berau, seperti Buyung-Buyung, Semurut, Merancang, hingga Melati Jaya, petani mengalami gagal panen akibat kekeringan. Sementara itu, Labanan Jaya masih mampu mempertahankan produksi. Dari 118,7 hektare lahan yang diusahakan, sekitar 75 hektare berhasil dipanen, sedangkan 11,5 hektare lainnya terdampak kekeringan.

"Alhamdulillah, di tengah panas yang tak kunjung reda, bapak dan ibu petani di sini tetap mampu memanen hasil jerih payah. Ini sungguh luar biasa," ujar Sri Juniarsih.

Ia mengapresiasi para petani Labanan Jaya sebagai bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengatakan keberhasilan panen tersebut tidak terlepas dari tantangan cuaca. Produktivitas rata-rata tercatat 3,19 ton per hektare, lebih rendah dibandingkan potensi normal.

Kondisi cuaca juga diperkirakan memengaruhi musim tanam berikutnya. Hujan diprediksi baru turun paling cepat pada awal Oktober sehingga jadwal tanam yang semula direncanakan pada September kemungkinan ditunda.

Meski demikian, pemerintah dan petani terus berupaya meningkatkan produksi pertanian. Luas lahan sawah di Kampung Labanan Jaya kini mencapai 336 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 68 hektare merupakan lahan baru yang dibuka melalui kerja sama dengan TNI.

Sri Juniarsih mengatakan pertanian saat ini tidak lagi dapat sepenuhnya mengandalkan tenaga manual. Pemerintah Kabupaten Berau terus mengupayakan bantuan alat dan mesin pertanian dari kementerian untuk ditempatkan di Labanan Jaya.

"Ke depan, kita akan terus berupaya mendapatkan bantuan alat pertanian agar pekerjaan petani dapat lebih mudah dan cepat," katanya.

Sri Juniarsih juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Banyak petani saat ini mulai berusia lanjut, sementara generasi muda dinilai masih enggan meneruskan profesi tersebut.

Menurutnya, keberadaan Fakultas Pertanian STIPER yang akan bergabung dengan Universitas Muhammadiyah Berau dapat menjadi peluang untuk mencetak petani terdidik dan modern.

"Kita ingin anak-anak muda melihat bahwa bertani bukan pekerjaan yang harus ditinggalkan. Bertani itu mulia dan memiliki masa depan," ujarnya.

Saat ini, luas lahan sawah di Kabupaten Berau mencapai sekitar 2.365 hektare. Pemerintah berharap hasil pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan demikian, kebutuhan pangan masyarakat diharapkan semakin banyak dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri dan tidak bergantung pada pasokan dari luar.

Untuk mengatasi keterbatasan air akibat kemarau, Pemerintah Kabupaten Berau berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI terkait upaya rekayasa cuaca atau hujan buatan.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi yang sangat kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau.

Selain itu, pemerintah terus membuka potensi lahan pertanian baru melalui kerja sama dengan kementerian serta pemanfaatan lahan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sri Juniarsih menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi salah satu fondasi kemandirian pangan Berau.

"Kita tidak boleh selamanya bergantung pada pasokan dari luar. Tanah kita subur, potensi kita besar. Yang dibutuhkan adalah semangat, pembaruan cara bertani, dan kebersamaan," katanya.

Panen di Labanan Jaya menjadi bukti bahwa sektor pertanian Berau masih memiliki potensi besar meskipun menghadapi kemarau. Dengan dukungan alat pertanian modern, regenerasi petani muda, perluasan lahan, serta upaya mengatasi kekeringan, pemerintah menargetkan pertanian menjadi pilar ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat Berau. (Diskominfo Berau-IKP/yar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....